Iklan

Potret Kemiskinan di Tengah Pandemi Covid-19, Seorang Warga Ungkap Sempat Tak Makan 2 Hari

Tuesday, June 9, 2020, Tuesday, June 09, 2020 WIB Last Updated 2020-06-10T08:01:42Z
LEBAK - Pandemi virus corona atau Covid-19 menghantam kondisi perekonomian warga di Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Salah satunya seperti yang dialami Asnawi (70), warga Kampung Bojongleles, Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak, Lebak, Banten.

Asnawi mengaku di tengah Pandemi virus corona atau Covid-19 sempat tidak makan selama dua hari. Bahkan untuk menganjal perut yang lapar, Ia memakan singkong rebus dan meminum air putih.

"Pernah ngak makan selama dua hari, untung aja ada singkong rebus dan minum air putih. Saya orang enggak punya," ujar Asnawi Minggu (7/6/2020) sebagaimana dilansir Nkriterkini.com.

Asnawi hanyalah seorang pekerja serabutan dan semenjak wabah virus corona atau Covid-19 melanda Lebak, Banten, ternyata berdampak serius terhadap ekonomi Asnawi. Apalagi seiring dengan adanya kebijakan pemerintah agar warganya berada di rumah aja.

Wajah Asnawi sesekali terlihat sempat murung yang diakibatkan menahan rasa sakit di perut akibat sering kelaparan karena tidak makan.

Tidak hanya itu, sambil menitikan air mata, Asnawi juga mengungkapkan bahwa untuk membeli beras dirinya juga sudah tidak mampu. Ia juga sangat berharap adanya uluran tangan dari darmawan ataupun relawan untuk menutup pilu yang dia rasakan saat ini.

Sesekali, emosi Asnawi juga terlihat membuncar, dia juga meluapkan protes kesal terhadap apa yang terjadi saat ini. Otaknya seperti membeku ketika mengingat kondisi ekonomi. Menurutnya, peluang dirinya untuk bekerja pun semakin sempit dan asa untuk menggengam rupiah pun seperti mitos.

"Saya kerja serabutan, ini juga kalau ada, kalau enggak ada mah sudah menganggur dan kembali hanya mengandalkan uluran tangan dari tetetangga, karena kondisi tenaga saya yang sudah mulai renta,'' tutur Asnawi seraya meneteskan air mata.

Sambil menghirup napas panjang, dimana saat itu, Mata Asnawi juga terlihat penuh curiga agar tidak tertular virus corona. Saat ini Asnawi juga hanya bisa pasrah kepada Allah SWT dengan musibah dan misteri di hari esok.

Dalam kesempatan itu, Asnawi juga menyebutkan jika dirinya memiliki tujuh orang anak. Akan tetapi, lanjutnya, nasib ketujuh anaknya juga mengalami hal yang sama kondisinya juga tidak begitu baik secara ekonomi, sehingga dirinya juga tidak berani untuk mengadu nasib yang menimpanya kepada anak-anaknya.

Sementara itu, Saepulah (34), selaku anak pertama Asnawi yang saat ini tinggal di Desa Tambak Baya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten membenarkan kondisi yang dialami orang tuanya saat ini.

Ia menjelaskan sejauh ini, dirinya juga sering datang untuk menjenguk kondisi orang tuanya (Asnawi) yang sudah tua dan sakit-sakitan bahkan kondisi perekonomiannya juga tidak menentu.

"Ya, Saya sering datang melihat kondisi orang tua saya yang saat ini kondisinya sering sakit-sakitan," ujar Saepulah.

Diungkapkannya, bahwa selama 13 tahun orang tuanya tinggal di Bojongleles tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah Kabupaten Lebak.

Saepulah juga menjelaskan, sebelumnya Ia sudah pernah mengajukan agar orang tuanys mempunyai e-KTP di Bojongleles. Namun, lanjutnya, sampai sekarang orang tuanya masih berdomisili di Desa Tambak Baya.

Saepulah menyebut bapaknya belakangan ini mulai sering pesakitan. "Mungkin karena faktor usia, jarang makan nasi dan jarang mendapatkan asupan vitamin," jelasnya.

Keberadaan Asnawi berawal dari informasi berita baksos yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Labak, pada Kamis 21 Mei 2020 lalu.

Waktu itu, kata Saepulah, orangnya tersebut menceritakan tentang kondisi ekonominya dan sempat tidak makan selama dua hari lantaran tidak mampu lagi untuk membeli beras.

Menurut Saefulah, Ayahnya juga pernah tinggal di Tambak Baya, namun dikarenakan istri Asnawi yang tidak lain Ibu kandung Saefulah meninggal 13 tahun yang lalu, akhirnya Asnawi kembali ke Bojongleles.

Saepulah juga tidak memungkiri bahwa orang tuanya selama ini kerap kali mengandalkan bantuan dari tetangga terdekatnya.

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Didin Nurohman mengaku sangat perihatin atas keadaan yang menimpa Asnawi, yang tinggal di Kampung Bojongleles, Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak.

Didin juga menyebutkan bahwa pihaknya akan mendorong agar pemkab Lebak segera hadir untuk membantu meringankan beban hidup yang dialami Asnawi.

Menurut Didin, melihat dari kondisi foto yang tersebar di WhatsApp jelas sangat memperihatinkan dan sudah selayaknya mendapatkan bantuan dari Pemerintah.

"Saya meminta Dinas Sosial agar segera berkomunikasi dengan Desa setempat untuk mengidentifikasi apa yang menjadi persoalan kenapa warga tersebut tidak mendapatkan bantuan. Pokonya saya akan berusaha agar Pak Asnawi bisa mendapatkan bantuan dari Pemerintah," tegas Ketua DPRD Lebak. (AS/***)
Komentar

Tampilkan

Terkini