-->

Pesona Masjid Istiqamah PBB di Bulan Ramadhan

REDAKSI author photo

MASJID Istiqamah merupakan salah satu masjid yang tertua yang ada di Kecamatan Kepulauan Banyak Kabupaten Aceh Singkil, konon sejarah nya masjid ini sudah ada semasa zaman penjajahan Belanda yang pernah masuk ke wilayah Aceh tepatnya di kepulauan Tuanku. Pada saat itu Pulau ini memiliki kerajaan yang dipimpin oleh raja Malingkar Alam yang berasal dari Sumatera Barat.

Pada masa Belanda masuk ke pulauan itu, bangunan Masjid ini sangat sederhana sekali yang dibuat menggunakan kayu dan papan saja kemudian atap nya ditutupi oleh daun rumbia. Seiring perkembangan zaman, masjid ini terus direnovasi secara bertahap sampai saat ini hingga membentuk arsitektur ala timur tengah (Masjid Kekinian).

Walau demikian Masjid ini tetap menjadi kebanggan masyarakat Pulau Banyak Barat selain tempat untuk beribadah kepada Allah, Masjid ini juga menjadi momen peradaban kepada generasi baru pada saat ini. Masjid ini memiliki sejarah pada masa lalu yang turut menyaksikan gejolak penjajahan Belanda yang masuk ke Kupulauan Banyak ini bertahun lamanya.

Pada masa itu, pulau ini masih menganut sistim pemerintahahan kerajaan sebelum Kemerdekaan Repoblik Indonesia. Setelah Indonesia mengikrarkan kemerdekaannya pada tahun 1945 yang di umumkan oleh presiden Sukarno pada masa itu, disitulah kerajaan Pulau Tuanku ini bubar dan menganut sistem pemerintahan Indonesia sampai saat ini.

Untuk wilayah Aceh dipecah menjadi beberapa bagian kabupaten kota yang di pimpin oleh bupati dan walikota kemudian beberapa desa membentuk sistim kecamatan yang dioimoin oleh camat yang hal ini sebelumnya menganut sistem kerajaan yang ada di Aceh.

Untuk Wilayah Pulau Tuanku, dampak dari keterbatasan sarana dan prasarana pada masa itu kurang memadai akhirnya kekuasaan yang bersifat administrasi, kepimpinan dan kekuasaan (Kecamatan) diambil ahli oleh masyarakat Pulau Banyak yang merupakan bagian dari Pulau Tuanku tersebut pada, masa tunduk pada kepemeintahan Aceh Selatan.

Adapun kekuasaan Pulau Tuanku tersebut meliputi semua pulau-pulau yang ada dikisaran pulau tersebut, konon manusia pertama hadir di kepulauan itu berada di Pulau Tuanku tersebut yakni beliau bernama Hutabarat dan kawan-kawan hingga membentuk kerajaan, jalan nya waktu orang terus berdatangan kepulau tersebut mulai dari Kota Padang, Simeulue dan Pulau Nias.

Adapun yang pulau memiliki penduduk hingga saat ini Desa Haloban, Asantola, Ujung Sialit, Suka Makmur dan Pulau Banyak, untuk pulau yang lain sudah menjadi tempat wisata

Berapa tahun berjalannya waktu akhirnya pemekaran Aceh Singkil menjadi Kabupaten yang dipimpin Bupati pertama oleh almarhum Makmur Saputra, hingga tahun 2010 Pulau Tuanku ini berubah status menjadi kecamatan Pulau Banyak Barat yang meliputi empat Desa.

Adapun Masjid Istiqamah ini merupakan masjid pertama yang dibangun seiring perkembangan kerajaan di Pulau Tuanku, pembangunan ini dimulai pada bulan Ramdhan baik sistim kerajaannya maupun bangunan Masjid.

Selanjutnya Masjid Istiqamah ini selain untuk dijadikan tempat ritual ibadah sering juga menjadi tempat acara kegiatan kemanusiaan diantaranya menjadi pusat informasi, pendidikan dan kesehatan. 

Adapun kegiatan Islami lainnya seperti, acara maulid, Israkmiraj, Nuzul Quran dan acara peringatannya laiinya. Kegiatan seperti ini biasa berlangsung diadakan pada halama mesjid tersebut.

Bagi Masyarakat Pulau Banyak Barat hal ini sudah biasa dilakukan semenjak dahulu lagi, karna masjid sudah menjadi pusat sentral kegiatan ummat dari segi aspek kehidupan maupun pada pemerintahan.

Untuk begron Masjid ini memilki khas dan corak tersendiri yang dipoles dengan warna hijau bercampu kuning kemudian ditutupi satu buah kubah berwarnah putih yang berukuran besar layak nya kuba Masjid Raya.

Selanjutnya hampir setiap sudut dinding bagian atas tampak dalam Masjid ini juga dihiasi berbagai ragam jenis tulisan kaligrafi yang mewarnai keindahan yang menawan dari berbagai variasi bacaan yang mengagungkan kebesaran Allah SWT.

Interior masjid ini gaya timutr tengah nan mewarnai bagian atas dalam mesjid hingga mengeluarkan cahaya lampu berwarna menerangi keterpaduan warna dinding-dinding masjid.

Desain dinding masjid ini memiliki mode terbuka mulai dari tampak depan dan tanpak belakang, sehingga terpaan angipun ikut masuk kedalam membuat suasan menjadi sejuk bila kita berada di dalam.

Untuk Sementara waktu Masjid ini masih menampung 400 jamaah diantaranya 200 jamaah laki-laki dan 200 jamaah perempuan,karna masih dalam renovasi pelebaran dan peeluasan agar nantinya bisa menampung jamaah lebih banyak lagi.

Setiap bulan Ramadan, Masjid Istiqamah selalu mengadakan kegiatan rutinan yaitu berupa pengajian, tadarus dan kajiannya fiqih lainnya yang di isi oleh para santri cilik baik laki-laki maupun perempuan.

Para santri ini merupakan pelajar yang masih belajar di pondok pasanteren diluar daerah kepulauan, seperi Aceh Selatan, Banda Aceh dan kota Medan. Merekalah yang mengisi tausiah selama bulan Ramdhan.

Adapun kegiatan ini dilakukan seperti ceramah dan kajian Fiqih baik pada saat bakdah subuh, tzuhur dan isya, masing-masing mereka sudah dijadwalan oleh panitia Masjid untuk menampilkan ceramahnya di depan para jamaah.

Pada waktu bakdah tzuhur dan subuh pembahasan yang diutarakan para santri tentang kajian 'Fiqih' kemudian dilanjukan dengan sesi tanya jawab dengan durasi waktu satu jam.

Sedangkan pada waktu bakdah Isyah santri cilik hanya ceramah singkat saja,sekeder memberikan cupkikan edukasi untuk mengingatkan kajian lama kepada para jamaah yang hadir pada malam taraweh tersebut,Karan keterbatasan oleh waktu.

Walaupun usia mereka masih remaja akan tetapi ilmu pengetahuan tentang agama cukup mempuni setiap pertanyaan dari jamaah bisa dijawab setiap sesuai dengan referensi yang mereka utarakan baik menggunakan hadis Nabi mauapun Al-Quran.

Kegiatan santari lainnya akan dilengkapi dengan tadarus malam untuk melancarkan bacaan Al-Quran sekalian untuk berbagi ilmu dalam mengenalkan tanda baca (tajuit) antar sesama santri dan remaja setempat lainnya.

Kegiatan seperti ini sudah menjadi teradisi turun temurun diadakan di masjid ini tujuannya untuk melatih mental dan keilmuan para santri cilik agar lebih bertambah keberanian dan ilmu pengetahuan dan paling penting untuk menjaga akidah ummat saat ini.

Harapannya agar mereka dapat memberikan dampak positif berupa ilmu agama kepada daerah tersebut terlebih pada masyarakat untuk memberikan pemaham dalam melaksanakan ibadah seperti rukun shalat, puasa dan ilmu hukum lainnya yang sesuai dengan tuntunan Islam.

Untuk Shalat Tarawih di masjid Istiqamah ini berjumlah 20 rakaat kemudian dilanjutkan dengan witir 3 rakaat dua kali salam, setelahnya mengerjakan sunnah lainya seperti zikir, doa bersama, shalawat atas Nabi Muhammad dan dilanjutkan dengan tadarus malam.

Bukan itu saja masjid istiqamah ini juga mengadakan buka puasa bersama pada setiap pertengahan bulan suci Ramadan tepatnya pada malam Nuzul Quran. Bukber ini di hadiri oleh semua tokoh masyarakat dan santri setempat, adapun kegiatan yang dilakukan seperti shalat berjamaah dan berdoa bersama dan kegiatan keagamaan lainnya.

Selanjutnya diakhiri dengan bacaan tamatan al-Quran biasanya kegiatan diadakan pada saat akhir Ramadan atau yang disebut disini (batamat Al-Quran) tidak sah rasanya jika lembaran Idul Fitri tanpa mekakuan bertamat (batamat), bacaan Al-Quran ini dilakukan pada saat malam lebaran. Adapun yang dibaca yaitu jus 30 sampai dengan selesai yang prakarsai oleh tokoh agama,para santri dan masyarakat lainnya.

Penulis: Nendisyah Putra, Guru SMP N 2 Pulau Banyak Barat

Komentar Anda

Terima kasih telah berkunjung ke PPWInews.com. Silahkan berkomentar dengan sopan. Terimakasih.


Berita Terkini