-->

Pemkab Gelar Musrenbang RKPK Aceh Singkil 2023

REDAKSI author photo

SINGKILTERKINI.NET, ACEH SINGKIL - Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid membuka kegiatan Musrenbang RKPK Aceh Singkil Tahun 2023. Kegiatan Musrenbang tersebut berlangsung di Gedung Seni Budaya, Pulo Sarok, Singkil, Selasa (29/3/2022). 

Turut hadir Kepala Bappeda Aceh, HT Ahmad Dadek selaku Pemateri, Forkopimda Aceh Singkil Para kepala SKPK, Para Camat dan Tokoh Masyarakat, serta para seluruh undangan. 

Kegiatan Musrenbang ini mengangkat tema "Penyediaan Layanan Dasar, Insfratruktur dan Pemulihan Ekonomi dengan Memanfaatkan Potensi Unggulan". 

Dalam kesempatan ini,
Bupati Aceh Singkil Dulmusrid mengatakan, Musrenbang dilaksanakan untuk finalisasi laporan rencana kerja RKPK Aceh Singkil 2023-2026. 

Sesuai dengan arah kebijakan RKPK 2023-2026 memprioritaskan kepada pemerintahan yang good governement, sarana pelayanan dasar pemulihan ekonomi rakyat, optimaliasi sektor unggulan UKM dan peningkatan infrastruktur. 

"Di akhir masa jabatan bupati periode 2017-2022, diharapkan program pemulihan ekonomi dapat menstabilkan ekonomi pasca pandemi COVID-19," ujar Dulmusrid. 

Sementara itu, Kepala Bappeda Aceh, HT Ahmad Dadek menyampaikan bahwa dalam Musrenbang RKPK tahun 2023, penangan banjir di Aceh Singkil telah masuk dalam 10 kegiatan strategis nasional Pemerintah Aceh. 

Menurutnya, Gubernur Aceh bersama Bappeda Aceh telah menggelar pertemuan dengan sejumlah gubernur se Indonesia. Dalam pertemuan tersebut Gubernur Aceh telah mengusulkan penanganan banjir di Aceh Singkil sebagai 10 kegiatan strategis nasional. 

"Program pengendalian banjir di Aceh Singkil Singkil masuk usulan nomor lima," kata Dadek. 

Untuk pengendalian banjir Singkil tersebut saat ini telah memiliki DID 2014. Termasuk Amdal sudah selesai 2017 lalu. 

Banjir Singkil bisa setahun tiga kali. Upaya penanganan sudah dilakukan sejak 2016 sampai 2020 dan baru selesai 1 Km lebih pembuatan tanggul. 

Sementara, untuk tanggul pengaman banjir diperlukan sepanjang 23 Km hingga ke Kota Singkil. Dengan perkiraan dibutuhkan anggaran sekitar 750 miliar. 

"Untuk status Kabupaten Aceh Singkil sudah dicabut sebagai daerah tertinggal oleh Kementerian Desa," ungkapnya. 

Di samping itu, kegiatan lainnya yang masuk dalam kegiatan strategis nasional yakni lanjutan pekerjaan jalan dan jembatan yang menghubungkan Singkil, Kecamatan Kuala Baru dan Kecamatan Trumon Aceh Selatan. 

"Untuk tahun 2022 segmen 3 sudah tender dan sudah mulai kerja pada 25 Maret dengan nilai Rp20 miliar," kata Dadek. 

Untuk jembatan Kilangan, abutment jembatan sisi Trumon sudah proses gunning dan dikerjakan tahun ini. Pada 2023 diharapkan bisa diteruskan ke Kuala Baru, ada lagi pekerjaan jembatan di Desa Kayu Menang sekitar 200 meter. 

Dadek juga menyebutkan, anggaran Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh tahun 2023 mengalami penurunan dari 2 persen menjadi 1 persen yang bersumber Dana Alokasi Umum (DAU) nasional. 

Mulai 2023 Aceh akan menerima dana transferan pusat sebesar 1 persen. Dimana pada tahun 2022 masih menerima Otsus 2 persen atau sekitar Rp7,5 triliun dan mulai 2023 hanya sekitar Rp3,5 triliun. 

Setelah pembagian dari Provinsi ke Kabupaten Aceh Singkil, diperkirakan sekitar Rp30 miliar lagi. Untuk itu, Dadek menyebutkan kedepan perlu menggalang dana salah dari CSR perusahaan maupun dari LSM. (Red/Jml)
Komentar Anda

Terima kasih telah berkunjung ke PPWInews.com. Silahkan berkomentar dengan sopan. Terimakasih.


Berita Terkini