Kementerian Perindustrian Tempa Agen Perubahan Era Industri 4.0

PPWINEWS.COM , JAKARTA -Kementerian Perindustrian bersama Yayasan Upaya Indonesia Damai atau United in Diversity (UID) danTsinghua Unive...

PPWINEWS.COM, JAKARTA -Kementerian Perindustrian bersama Yayasan Upaya Indonesia Damai atau United in Diversity (UID) danTsinghua University telah menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan yang bertajuk CollectiveCreative Learning and Action for Sustainable Solution (Co-CLASS) dengan tema "The Fourth Industrial Revolution System Transformation". 

Program strategis ini bertujuan untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) kompeten dalam menghadapi perkembangan era industri 4.0.

"Guna mewujudkan visi Making Indonesia 4.0, pengembangan ekosistem industri 4.0 sangatlah penting. Program diklat ini telah berhasil menyatukan visi berbagai pemangku kepentingan sehingga membuka ruang inovasi dan kolaborasi yang lebih nyata," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam sambutannya ketika menutup program Co-CLASS angkatan pertama di Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Menperin menjelaskan, selain perlu penguasaan teknologi, SDM terampil jugaberperan penting dalam upaya menyukseskan implementasi industri 4.0. 

Sebab, melalui wawasan dan pengetahuan, akan dapat memahami peluang serta mampu menghadapi tantangan saat ini. Bahkan, mereka akan menjadi agen perubahan dalam mentransformasi ke arah ekonomi digital.

"Jadi, soft skills dalam hal pengembangan kemampuan pribadi dan kepemimpinan juga diperlukan untuk dapat mengambil keuntungan dari penerapan industri 4.0. Maka itu, materi program Co-CLASS memang dititikberatkan pada peningkatan kapasitas SDM dalam bidang inovasi dan entrepreneurship leadership untuk industri 4.0. Ini menjadi prototipe dan perlu dilanjutkan," paparnya.

Airlangga menambahkan, salah satu langkah prioritas dan menjadi kunci implementasi dari peta jalan Making Indonesia 4.0 adalah membangun SDM berkualitas. 

Apalagi, Indonesia akan menikmati dominasi jumlah penduduk usia produktif pada 10 tahun ke depan. Bonus demografi ini diyakini dapat memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

"Dalam menghadapi industri 4.0, China fokus dengan kecepatan, Jerman pada teknologi, serta Jepang dan Korea melalui skill. Sedangkan, Indonesia lebih memilih empowering human talents," tegasnya. 

Oleh karenanya, Kemenperin semakin gencar menciptakan SDM kompeten sesuai kebutuhan pasar kerja saat ini melalui pelaksanaan pendidikan vokasi dari jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hingga tingkat Politeknik yang mengsung konsep link and match dengan industri.

"Kami punya 9 SMK, 10 Politeknik, dan Akademi Komunitas yang telah menggunakan dual system, yakni 30 persen teori dan 70 persen praktik. Hampir semua lulusannya terserap kerja sebelum wisuda. Untuk itu, Co-CLASS ini juga bisa menjadi contoh dalam mencetak SDM yang literate dengan ekonomi digital," imbuhnya. 

Apalagi, Indonesia butuh 17 tenaga kerja yang tidak "buta" teknologi digital di tahun 2030.

Berdasarkan survei McKinsey, peluang ekonomi digital akan meningkatkannilai tambah terhadap produk domestik bruto (PDB)Indonesia sebesar200 miliar dollar AS pada tahun 2030. Selain itu, dengan implementasi industri 4.0, diyakini pula mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi sekitar 1-2 persen.

"Aspirasi besar Making Indonesia 4.0 adalah menjadikan Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030," ungkap Menperin. 

Sasaran tersebut, bisa tercapai dengan peningkatan kembali neto ekspor sebesar 10 persen, produktivitas naik dua kali lipat, dan anggaran riset mencapai dua persen dari PDB.

Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar menyampaikan, program Co-CLASS angkatan pertama diikuti sebanyak 27 peserta, yang berasal dari kementerian dan lembaga, perusahaan industri, dan perguruan tinggi. Program ini wujud dari pelaksanaan Letter of Intent (LoI) antara Kemenperin dengan UID dan Tsinghua University yang telah ditandatangani pada Mei 2017 lalu.

Kegiatan Co-CLASSdimulai sejak Mei 2018 melalui berbagai lokakarya. "Mereka mendaptakan enam kali workshop, yang meliputi orientation workshop, foundation workshop, sensing workshop, deep-dive workshop, prototyping workshop dan final workshop sekaligus acara kelulusan," terangnya.Dari program ini, ada aksi nyata yang muncul dari lima kelompok Co-CLASS untuk membuat prototipe solusi.

Haris menyebutkan, materi pembelajaran yang diberikan selama Co-CLASS berfokus pada peningkatan kapasitas pemimpin di era industri 4.0 dengan penekanan tentang sharing vision, membuat keputusan strategis, meningkatkan kesadaran dalam diri, membangun kemitraan, dan menjadi manusia pembelajar. 

"Mereka juga mendapatkan materi dari beberapa narasumber internasional terkait Mental Model, U theory, System Thinking maupun Human Literacy," ujarnya.

Pendiri UID Cherie Salim mengemukakan, pihaknya merasa bangga dilibatkan dalam program Co-CLASS ini, terutama dengan adanya prototipe ide dalam upaya pengembangan industri nasional yang berdaya saing global di era digital. 

"Kami optimistis bahwa dengan adanya rasa saling percaya lintas sektor, yakni pemerintah, pelaku bisnis, dan akademisi, akan mampu melewati tantangan dan menggambil peluang di era industri 4.0 atau ekonomi digital," tandasnya.

Industri tetap tumbuh

Pada kesempatan yang sama, Menperin Airlangga merasa yakin bahwa kinerja industri manufaktur tetap tumbuh positif hingga akhir tahun 2018. Hal ini seiring dengan adanya peningkatan produktivitas dan ekspor pada sejumlah sektor strategis. 

"Misalnya di industri otomotif, pertumbuhannya masih cukup bagus baik dari segi konsumsi domestik maupun ekspor," jelasnya.


Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), tiga sektor manufaktur yang mampu melampaui pertumbuhan ekonomi sebesar 5,15 persen di triwulan III-2018, yakni industri tekstil dan pakaian yang tumbuh mencapai 10,17 persen, industri makanan dan minuman berada di level 8,10 persen, serta industri alat angkutan tembus 5,37 persen. 

"Berdasarkan Making Indonesia 4.0, sektor tersebut akan menjadi pionir dalam penerapan industri 4.0," imbuhnya.

Pada periode yang sama, industri pengolahan masih memberikan kontribusi terbesar dalam struktur produk domestik bruto (PDB) nasional dengan porsi mencapai 19,66 persen. 

"Sektor manufaktur kita termasuk yang memberikan nilai tambah cukup tinggi di tingkat global. Menurut laporan World Bank, value added manufacture kita berada di peringkat ke-4 dunia," ungkap Menperin.

Sementara itu, menurut survei Nikkei dan IHS Markit, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada November 2018 sebesar 50,4. Angka di atas 50 masih menunjukkan level ekspansif. Di tingkat ASEAN, PMI Manufaktur Indonesia menduduki peringkat ke-4 melampaui capaian Thailand (49,8), Malaysia (48,2), dan Singapura (47,4).

Oleh karena itu, pemerintah fokus mendorong industrialisasi di sektor manufaktur dan terus menggenjot program hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri.

"Bapak Presiden telah meminta kepada pelaku usaha melakukan industrialisasi dan hilirisasi untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan. Ekspor bahan mentah harus dikurangi secara bertahap," ujarnya.

Selain dongkrak nilai tambah, hilirisasi industri juga memacu penyerapan tenaga kerja dan penerimaan negara dari ekspor. "Tidak ada satu negara maju di dunia yang tanpa melalui industrialisasi," imbuhnya.

 UNIDO juga mengemukakan, Indonesia termasuk dari 4 negara Asia yang memiliki nilai tambah sektor manufakturnya tertinggi di dunia. "Jadi, kita bersama China, Jepang, dan India," tutur Airlangga.(Red)

KOMENTAR

Nama

#YosepAdiPrasetyo #ImamWahyudi #NezarPatria #JimmySilalahi #RevaDediUtama #AhmadJauhar #RatnaKomala #HendryChairudinBangun #SinyoSarundajang #LeoBatubaraAlm Aceh Aceh Singkil Aceh Besar Aceh Selatan Aceh Singkil Aceh Singkil q Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Aceha Singkil Advertorial Agama Aksi Damai Ambepura Ambon Anak Yatim APM Artis Asian Games Babinsa Bacaleg Bali Balige Banda Aceh Bandar Lampung Bandung Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Banten Bantuan Banjir Bantuan Kebakaran Bantul Bawaslu Bawaslu RI Begal Bengkalis Biak Bireuen Bireun BNN Bogor BPK Brimob Caleg Ceko Cianjur Cirebon Daerah Dandim Deli Serdang Demo Depok Desa Dewan Pers DPD-RI DPR DPR-RI DPRK Aceh Singkil DPT DPTHP Dumai Eggi Sudjana Ekonomi Fachrul Razi GAMBATTE Garut Gaya Hidup Gempa Bumi Gerak Jalan Gubernur Aceh Gunungsitoli Hankam Headline HMI Hongkong Hukum HUT LintasAtjeh HUT Polantas HUT RI Hutan ibu Idul Adha Idul Fitri IKAL India Indonesia Indramayu Industri Infrastruktur Internasional IPJI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta- Jambi Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Jaya Pura Jayapura JBMI Jember Jepang Jurnalistik Kalimantan Barat Kalimantan Selatan Kapolri Karawang Karhutla Kasad Kebakaran Kediri Kedutaan Kejaksaan Agung Kementerian Perindustrian Kepala BNN Kesehatan Kesenian Ketawang Kini KIP Aceh Singkil KKSB Klarifikasi KOHATI Kompolnas Komsos Korea Selatan Korupsi KPK KPU Kuningan Kunjungan Kenegaraan Kupang KWRI Lamongan Lampung Lebak Lhokseumawe Lingga Lingkungan Lombok Lombok Timur Lowongan Kerja Madiun Magang Jepang Malang Malaysia Maluku Mamuju Medan Melaboh Menperin Menteri Keuangan Meurauke Minuman Keras Miras Mojokerto Mubes Nabire Narkoba Nasioanal Nasional Nduga NTB NTT Nusa Dua Nusa Tenggara Barat Olahraga Opini OTSUS Padang Palu Pandeglang Pangandaran Pangkal Pinang Panglima TNI Panwaslih Aceh Singkil Panwaslu Panwaslu Aceh Singkil Panwaslu Kecamatan Papua Partai Demokrat Pasaman Barat Pasuruan Pati Pekan Baru Pekanbaru Pelantikan Pelantikan Gubernur Pembalakan Liar Pemerintah Pemerintahan Pemilu Pemilu 2019 Penddidikan Pendidikan Pengadilan Penyakit Masyarakat Perhubungan Perikanan Perindo Peristiwa Perkebunan Pers Persit Pertahanan Pertanian Peternakan Piala Dunia Pidie Pilkada Pilpres PNA Politik Polres Aceh Utara Polri Polsek Rundeng Ponorogo Pontianak PPP PPWI Prabumulih Presiden Presiden Joko Widodo Prestasi PT PLB PT Semadam PT Socfindo PT.Astra Agro Lestari Tbk PT.PLB PT.Socfindo Puisi Purbalingga PWI PWRI Ragam Ramadhan Riau Roket Sanggau Sangihe SEKBER PERS INDONESIA Selandia Baru Semarang Seoul Serang Setpres RI Sidoarjo Sidorejo Silahturahmi Singapura Solo Sosial SPRI Subulusalam Subulussalam Sukabumi Sulawesi Selatan Sulawesi Utara Sumatera Barat Sumatera Selatan Sumatera Utara Sumbawa Sumpah Pemuda Sumut Surabaya Surakarta Surat Terbuka Tanggerang Tanggerang Selatan Teknologi Timika Tiongkok TMMD TNI TNI AD TNI AL Toba Samosir Unjuk Rasa Video Vietnam Wapres Wartawan Wilson Lalengke Yogyakarta
false
ltr
item
PPWI NEWS: Kementerian Perindustrian Tempa Agen Perubahan Era Industri 4.0
Kementerian Perindustrian Tempa Agen Perubahan Era Industri 4.0
https://4.bp.blogspot.com/-Sdp6AVjqtlE/XAcgcvDAAmI/AAAAAAAADAA/xDYtBzfzmnIcewh69yQ0AS6cOZtzkWR8wCK4BGAYYCw/s640/IMG-20181205-WA0005-729008.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-Sdp6AVjqtlE/XAcgcvDAAmI/AAAAAAAADAA/xDYtBzfzmnIcewh69yQ0AS6cOZtzkWR8wCK4BGAYYCw/s72-c/IMG-20181205-WA0005-729008.jpg
PPWI NEWS
http://www.ppwinews.com/2018/12/kementerian-perindustrian-tempa-agen.html
http://www.ppwinews.com/
http://www.ppwinews.com/
http://www.ppwinews.com/2018/12/kementerian-perindustrian-tempa-agen.html
true
1233144070918991378
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All DISARANKAN UNTUK DI BACA LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy