-->

Seni Ubrug Ki Jari Getih, Kebudayaan Banten Yang Hampir Padam Di Gilas Jaman

REDAKSI author photo
PPWINEWS.COM, SERANG - Indonesia yang kaya akan budaya seni, kini sudah mulai prihatin karena ternyata banyak kesenian yang mulai terabaikan bahkan nyaris padam di gilas jaman. Kemajuan jaman yang begitu pesat menjadikan masyarakat lupa akan warisan leluhurnya yang harus di rawat dan di pertahankan, Jum'at (23/11/2018).

Seperti salah satu kebudayaan indonesia yang dikenal dengan nama kesenian Ubrug. Kesenian ini berasal dari Jawa Barat dan di kembangkan di Banten. 

Kesenian Ubrug atau lebih dikenal dengan sebutan Debus ini di kembangkan oleh seorang seniman yang bernama Ki Jari Getih sejak tahun 1964 di desa Pasuluhan, kecamatan Walantaka, kabupaten Serang - Banten, dan ini adalah kesenian yang menjadi cirikhas Banten. 

Ada banyak hal yang menyebabkan seni Ubrug ini mulai tersingkir dan hampir padam di gilas jaman. Yaitu selain banyak masuknya budaya kesenian asing, juga disebabkan oleh faktor ekonomi.

Seperti halnya yang terjadi pada seorang seniman bernama Sukur (45th), begitulah panggilan akrab warga kepadanya. Ia tinggal di kampung Ciwuni, desa Pabuaran, kecamatan Walantaka, kabupaten Serang-Banten, Rt.04, Rw.01. Sukur adalah putera ke enam (bungsu) dari Ki Jari Getih yang di warisi kesenian Ubrug.

Sepeninggalan Ki Jari Getih di usianya yang ke 105 tahun, seni Ubrug sempat berjaya di tangan Sukur. Namun sekira 5 tahun terakhir ini seni Ubrug yang di kelolah oleh Sukur sudah jarang pentas. 

"Sekarang kesenian ubrug ini sudah jarang yang nanggap, karena sekarang mah orang kalau nanggap tuh organ tunggal melulu. Tapi kami tidak menyerah, kami akan terus berlatih guna melestarikan kesenian Ubrug ini. Cuma masalahnya kami tidak punya tempat, karena padepokan tempat berlatih kami sudah mau roboh, dan untuk membangunnya lagi kami tidak punya anggaran. Saya jadi bingung, harus dengan cara apalagi saya upayakan agar bisa mempertahankan kesenian Ubrug ini," ucap Sukur kepada tim media ketika di konfirmasi. 

"Saya berharap pemerintah bisa melihat dan membantu kesulitan kami dalam melestarikan kesenian Ubrug ini," ucapnya lagi dengan penuh harap. (NS/PPWI)
Komentar Anda

Berita Terkini