Ketum PPWI Hadiri Perayaan HUT Ke 4 LintasAtjeh.com, Ini Pesannya

REDAKSI author photo
PPWINEWS.COM, JAKARTA - Media online LintasAtjeh.com, pada Minggu (15/4/2018), merayakan ulang tahun ke-4, di Monumen Kebulatan Tekad, Tugu Proklamator di Kampung Bojong Tugu, Desa Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Acara yang dimulai sejak pukul 14.45 hingga 17.00 WIB itu diisi dengan kegiatan yang sederhana namun penuh makna. 

Selain doa dan potong tumpeng, acara ini dimanfaatkan untuk mengenang sejarah perjuangan Proklamasi Kemerdekaan RI, Pemberian LintasAtjeh Award kepada Faisal yang dinobatkan sebagai the best Journalist, pemberian piagam penghargaan kepada tim redaksi LintasAtjeh.com dalam berbagai kategori lainnya.

Dikesempatan yang sama, Ari Muzakki selaku Pimpinan Redaksi juga memberikan award secara khusus kepada Adhi yang merupakan editor redaksi LintasAtjeh.com berupa sebuah telepon selular pintar sebagai tanda apresiasi loyalitas dan pengabdiannya kepada media yang ia pimpin. 

Ari Muzakki juga menganugerahkan sebuah piagam penghargaan kepada IndonesiaMediaCenter.com, sebagai media rekanan LintasAtjeh.com yang senantiasa komit dan solid dalam memperjuangkan terwujudnya keterbukaan informasi publik.

Sebelum ke Monumen Kebulatan Tekad, seluruh tim LintasAtjeh.com beserta rombongan singgah ke sebuah rumah sejarah yang terletak tidak jauh dari lokasi acara.

Sebuah rumah yang digunakan sebagai tempat pengasingan Bapak Proklamator RI, Ir. Soekarno dan Moh. Hatta ketika diculik oleh para pemuda yang tergabung dalam PETA dengan tujuan agar dapat memproklamasikan kemerdekaan Indonesia secara berdaulat. 

Disana, tim LintasAtjeh.com beserta rombongan disambut oleh pengelola Rumah Sejarah Perjuangan, sambil diberikan penjelasan sekilas tentang peristiwa pengasingan kedua proklamator pada saat itu.

Pada kesempatan itu, Pimpinan Redaksi LintasAtjeh.com juga memberikan plakat dan piagam kepada pengelola Rumah Sejarah Perjuangan sebagai kenang-kenangan atas kunjungan yang merupakan sejarah baru bagi semua tim LintasAtjeh.com yang dilanjutkan dengan acara foto bersama.

Rengasdengklok dan pengasingan Sang Proklamator RI bukan hal yang asing dan baru didengar, melainkan sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu kata itu sudah sering terdengar di telinga.

Namun, baru hari ini dapat menginjakkan kaki dan melihat dengan mata sendiri sebuah tempat yang penuh makna dan penuh sejarah atas perjuangan para pahlawan dalam mewujudkan Kemerdekaan RI.

Hal itu diungkapkan oleh Darok Rahmat, wartawan LintasAtjeh.com yang datang dari tanah rencong dalam sambutannya selaku ketua panitia HUT LintasAtjeh.com ke-4 di hadapan semua yang hadir di Monumen Kebulatan Tekad, pada Minggu (15/4/2018) sore.

"Sejak SD saya sering mendengar kata Rengasdengklok. Sudah puluhan tahun saya membaca sejarah pengasingan bapak Proklamator RI Soekarno-Hatta, namun baru kali ini,  pada usia saya yang beranjak lima puluh tahun, saya baru dapat menginjakkan kaki dan melihat sendiri tempat yang sangat bersejarah ini," ujar Datok Rahmat sambil menitikan air mata dengan penuh haru.

Ditambahkannya, bahwa tempat sejarah inilah yang dapat menjadikan kita semakin kuat dan bersatu, "dari Aceh sampai Papua NKRI harga mati," pungkasnya dengan penuh semangat.

Acara perayaan HUT LintasAtjeh.com yang ke-4 ini juga dihadiri oleh Ketua Umum  Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) sekaligus Pembina Media Online LintasAtjeh.com, Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., MA, Pimpinan Redaksi IndonesiaMediaCenter.com, Kepala Dusun dan Kuncen Monumen Kebulatan Tekad, Dewan Redaksi IMC, Muzer, anggota PPWI dari Papua, Bapak Yorris, dan seluruh wartawan LintasAtjeh.com. 

Dalam kesempatan tersebut, Alumnus universitas di Swedia ini meyampaikan bahwa salah satu upaya untuk memupuk persatuan dan kesatuan adalah dengan menggali sejarah perjuangan dan mengenang jasa-jasa para pejuang terdahulu.

Dalam era saat ini, lanjut Wilson, salah satu perjuangan itu dengan mengedukasi masyarakat dengan memberikan informasi yang benar dan lurus sesuai dengan fakta melalui berbagai saluran yang ada.

"Pewarta warga berperan dalam mengedukasi masyarakat dengan memberitakan yang benar atas sejarah dan peristiwa yang ada melalui berbagai saluran media yang ada," kata Wilson yang merupakan pembina puluhan media online di Indonesia. [**]
Komentar Anda

Terima kasih telah berkunjung ke PPWInews.com. Silahkan berkomentar dengan sopan. Terimakasih.

Berita Terkini