Warga Merasa Terancam Oleh Kondisi Jalan Desa Gabus - Pamarayan

REDAKSI

PPWINNEWS.COM,SERAG | Program Pemerintah Daerah Provinsi Banten dalam bidang inprastruktur dinilai cukup berhasil. Seperti halnya Serang Timur, wilayah yang merupakan bagian dari Provinsi Banten, tepatnya di Jl. Desa Gabus - Pamarayan, Minggu (31/3) lalu. 

Meskipun masih ada di beberapa titik jalan yang mulai rusak akibat genangan air karena tidak adanya drainase dan kondisi tanah yang labil, namun secara keseluruhan kondisi jalan masih bagus dan layak pakai. 

Berkat keberhasilan program pemerintah dalam bidang inprastruktur, kini kemajuan yang dialami wilayah Serang Timur, seperti di kampung-kampun sepanjang Jl. Desa Gabus - Pamarayan kini menjadi ramai. Hal ini terlihat dari bangunan toko-toko baru yang berdiri di sepanjang Jl. Desa Gabus - Pamarayan.

Namun beberapa bulan terakhir ini masyarakat yang melintasi jalan tersebut merasa risih karena banyaknya garis kejut yang melintang di sepanjang jalan. Hampir sebagian besar warung dan toko yang berada di sepanjang jalan Desa, pemiliknya memasang garis kejut atau masyarakat biasa menyebutnya polisi tidur.

Mungkin maksudnya baik, dibuat garis kejut agar kendaraan yang melintas berjalan pelan. Akan tetapi garis kejut yang dibuat oleh inovator jalanan abal-abal berpotensi mencelakai pengguna jalan. Bagaimana tidak, karena bahan yang di gunakan untuk membuat garis kejut tersebut dari kayu kaso yang dibungkus dengan potongan karet ban luar mobil. Kemudian kaso yang dibungkus karet ban tersebut dibaut ke lantai jalan mengunakan baut 12 -14. Padahal jelas cara seperti ini tidak akan ada kekuatan. 

Karena seringnya terjangan ban kendaraan yang melintas, akhirnya kayu kaso tersebut patah dan melintang tidak jelas posisi dan fungsinya. Tidak hanya itu, karena kayu kaso patah dan karetnya lepas, akhirnya baut perekat garis kejut tertinggal menancap di jalan. Dan akibat dari kondisi ini, bayak kendaraan yang pecah ban dan pengendara bermotor yang jatuh karena tersangkut karet ban.

"Saya selaku pengguna jalan berharap dan menghimbau kepada pihak berwenang, agar segera membereskan kondisi jalan dan melarang penggunaan garis kejut yang berpotensi mencelakai seperti ini. Apalagi garis kejutnya sebanyak ini," ujar Akmal, salah seorang pengendara motor, dengan mimik muka kesal. (NS/red)
Komentar Anda

Terima kasih telah berkunjung ke PPWInews.com. Silahkan berkomentar dengan sopan. Terimakasih.

Berita Terkini