Marsdya TNI Fahru Zaini Isnanto: Kunci Kebahagiaan Hidup Adalah Bersyukur

REDAKSI author photo

JAKARTA -- Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Fahru Zaini Isnanto S.H., M.D.S., memberikan pencerahan tentang Hidup Bahagia, Radikalisme kepada Personel Militer, PNS TNI AU dan Pia Ardyha Garini Lanud Suryadarma, Wingdiktek, Wingdikkal, dan Kipan C Yonko 461 Paskhas di Hanggar Skadron Udara 7 Wing 8 Lanud Suryadarma, Rabu (8/1/2020).

Dalam pencerahannya Wakasau menyampaikan bahwa, Kebahagiaan hidup adalah muncul dari diri kita, lingkungan kita, dan keluarga kita. 

"Jangan pernah menyalahkan Allah/Tuhan karena kunci kebahagiaan dalam hidup adalah bersyukur atas apa yang telah diberikan Allah SWT. Selain itu senantiasa selalu bersikap ikhlas, sabar, dan berprasangka baik kepada setiap orang, karena itu juga akan menambah kebahagiaan orang," ujarnya.

Wakasau mengatakan, hidup bahagia tidak harus memiliki segalanya. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk menjadi bahagia, bersyukur adalah salah satunya, karena dengan bersyukur manusia akan kaya hati, dan di sinilah manusia akan mendapatkan kebahagiaan yang luar biasa.

"Jangan pernah membandingkan kehidupan kita dengan orang lain, karena dinilai baik bagi orang lain karena belum tentu baik untuk diri kita," ujar Alumni AAU 86 saat memberikan ceramahnya di Skadron Udara 7 Lanud Suryadarma.

Wakasau juga menyampaikan, untuk selalu menjaga hati, pikiran, perkataan, dan perbuatan karena akan menjadi kebiasaan yang akan membentuk karakter dan nasib seseorang.

"Empat kunci hidup bahagia, yakni Kita harus berprasangka baik kepada setiap orang; Bersyukur apa yang telah diberikan selama ini; Ikhlas; dan Sabar", ujar Wakasau lebih lanjut dalam cerahnya.

Terkait dengan radikalisme, Wakasau menyampaikan bahwa bahaya radikalisme dapat menghancurkan serta memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

"Oleh sebab itu kita tidak akan membiarkan adanya bibit-bibit radikalisme tumbuh pada generasi muda penerus bangsa dan yang lebih diwaspadai lagi tentang penggunaan Media sosial," tegasnya.

Di samping itu Wakasau juga menekankan kepada seluruh personel yang hadir pada acara tersebut, hindari sikap yang ingin merubah secara menyeluruh terhadap kondisi yang ada, dengan cara mengganti sesuatu yang berbeda dan baru.

Pada kegiatan peneriman Wakasau Komandan Lanud Suryadarma marsma TNI I Wayan Sulaba, S.Sos,. M.Si.,  dalam sambutannya mengatakan, merupakan sebuah kehormatan bagi kami untuk mendapatkan kesempatan menerima kunjungan dari Wakasau beserta rombongan di Lanud Suryadarma.

Kami berharap pencerahan Wakasau dapat memberikan arahan serta petunjuk untuk dijadikan sebagai pedoman, agar kami dapat meraih keberhasilan dalam pelaksanaan tugas ke depan. Saya minta  kepada anggota agar agar menyimak ceramah wakasau tentang Hidup bahagia dan radikalisme.

"Agar para anggota yang hadir bisa menyimak dengan baik dan dijadikan pedoman dalam keluarga dan bertugas. Sehingga  kami bisa  memberikan sumbangsih terbaik bagi TNI khususnya TNI AU serta bangsa dan negara," tegas Danlanud SDM.

Ceramah yang berlangsung dengan khidmat ini diikuti sebanyak 650 personel yang terdiri dari personel Lanud Suryadarma, Wingdiktek, Wingdikkal Kipan C Yonko 461 Paskhas dan Pia Ardhya Garini.

Turut hadir dalam ceramah tersebut, Waaspers Kasau, Waaspotdirga Kasau, Waaspam Kasau, Kadispamsanau, Kadiskumau, Komandan Wing Udara 8 Lanud SDM, Danwingdiktek , Danwingdikkal, Para Kepala Dinas, Para Komandan Satuan Lanud SDM, Ketua Pia Ardhya Garini Cabang 4/D.I Lanud SDM.

Pada kesempatan itu juga Wakasau di dampingi oleh Komandan Lanud Suryadarma sebelum memberikan pencerahan kepada anggota TNI AU yang berada di Kalijati ini secara resmi meresmikan penggunaan Finger print atau absensi elektronik yang di gunakan di Lanud Suryadarma.


Sumber: Kapen Lanud Suryadarma
Gerardus Maliti, S.Sos, M.Si.
Letkol Sus NRP 524400
Komentar Anda

Terima kasih telah berkunjung ke PPWInews.com. Silahkan berkomentar dengan sopan. Terimakasih.

Berita Terkini