PBSI Pusat Akan Gelar Seminar WPR dan Investasi di NTB

REDAKSI author photo
PPWINEWS.COM, NTB - Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Pengurus Besar Santri Indonesia (BPSI) Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Syachruddin menyatakan rombongan PBSI Pusat akan segera berkunjung ke NTB pada Jumat,15 November 2019 selama 3 hari.

"Maksud dan tujuan kedatangan Ketua PBSI Pusat beserta rombongan dari Jakarta ke NTB adalah untuk perkenalkan program WPR dan program PBSI dari Presiden Republik Indonesia dan Wakil Presiden Republik Indonesia," ujar Syachruddin usai menghadiri rapat pembentukan Panitia, Rabu (13/11/2019), di Gedung Islamic Center (IC) NTB, di Mataram.

Program WPR PBSI tersebut, kata Dia, dimaksudkan untuk membantu dan mendukung program pemerintah yang senantiasa berusaha menstabilkan sejumlah harga barang.

Program tersebut juga dihajadkan membantu pemerintah untuk membuka lapangan pekerjaan baru dan kesempatan kerja kepada masyarakat yang memenuhi syarat untuk bekerja dilingkungan WPR PBSI.

"Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada unumnya dan masyarakat NTB pada khususnya dan tidak berpolitik tapi tetap independen," jelasnya.

Kunjungan Pengurus pusat beserta rombongan, lanjutnya, untuk melakukan survey tentang toko-toko dan tempat investasi yang diajukan oleh Investor-Investor sekaligus untuk menanda tangani MOU dengan pengusaha yang telah mengajukan proposal senilai Rp.147 M.

Pada kunjungan itu pula dimanfaatkan untuk menggelar Seminar sehari yang akan berlangsung pada Sabtu 16 November 2019 sekaligus mensosialisasikan tentang Warung Pro Rakyat (WPR) PBSI dan Investasi yang ada di NTB dengan WPR kepada masyarakat dan kepada peserta Seminar yang dipusatkan di Hotel berbintang di Mataram, NTB.

Kedatangan rombongan bersama teknisi juga akan memperbaiki dan memberikan contoh bagaimana toko atau gudang yang terbaik untuk penyimpanan barang.

"Kemudian, untuk pengisian AC dan pengisian/pemasangan IT untuk dalam proses jual beli barang. Selain itu akan dilatih kader-kader muda sebagai teknisi yang akan membuat/merancang IT," tuturnya.

Sesuai rencana anggaran yang sudah masuk saat ini untuk investasi di NTB dan untuk WPR PBSI adalah sebesar Rp. 3 Teriliun 147 Miliar.

"Kedatangan Ketua Umum PBSI pusat dan rombongan sebagai bukti keseriusan pusat untuk NTB diprioritaskan investasi dan WPR sebagai pilot projek di Indonesia, karena NTB pada tahun lalu pernah dilanda Gempa Bumi," jelasnya.

Program WPR PBSI ini tidak hanya ditujukan kepada Santri dan umat Islam saja, akan tetapi bisa dilakukan untuk umat - umat yang lain, karna maksud dan tujuannya adalah untuk menstabilkan harga dan menjaga stabilitas ekonomi secara nasional tanpa pandang status sosial keturunan dan ras dengan menjunjung tinggi, UUD 1945, Pancasila dan Bhineka Tinggal Ika dalam Bingkai NKRI.

* Pengusaha Ajukan Penambahan Modal Usaha

Direktris PT.Dinda Putri Lombok, Ny. Haerani.SS.SH berharap PBSI pusat untuk segera mengabulkan dan menyetujui proposalnya yang telah diajukan bersama teman -temanya sebanyak 15 orang dengan jumlah dana yang dibutuhkan berfariasi.

Sementara, khusus untuk dirinya hanya mengajukan proposal sebesar Rp.5 M. Uang tersebut dimaksudkan untuk digunakan membebaskan lahan seluas 1 Hektar dan untuk membangun rumah sebanyak 100 unit.

"Tanah yang mau dibebaskan harganya perare sebesar Rp. 25 Juta. Jadi bisa 100 unit rumah yang akan dibangun," tutur pengusaha muda yang juga telah ikut mengajukan proposal investasi kepada PBSI pusat untuk penambahan modal usaha.

Haerani mengaku jika PBSI menyetujui proposalnya senilai 5 Miliar akan bisa menghasil kan 12 M. "Dengan 12 M akan menghasilkan selebih nya," Jelas istri Abdul Kadir Jaelani itu.

Haerani menjelaskan apa yang dilakukannya ini demi untuk kemasalahatan umat, ingin meringankan beban, agar masyarakat bisa memiliki rumah layak, nyaman dan bisa ditempati dengan cara tidak berhubungan dengan bank tanpa riba atau tanpa bunga.

Dalam acara tersebut juga akan dihadiri Pemda NTB, para tokoh intelektual, sejumlah dosen dari berbagai perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta. tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, LSM, Mahasisswa, Sejumlah Pengusaha dan Masyarakat. (M Taqwa).
Komentar Anda

Terima kasih telah berkunjung ke PPWInews.com. Silahkan berkomentar dengan sopan. Terimakasih.

Berita Terkini