Kesenian Hadroh Jadi Pilihan Hiburan Warga Singkohor

REDAKSI author photo
ACEH SINGKIL – Kesenian bernuansa Islami, yakni hadroh, saat ini semakin sering dimainkan di sebuah hajatan atau acara istimewa. Selain sebagai hiburan, hadroh juga memberikan nilai-nilai agama dan doa. 

Salah satunya seperti yang dilaksanakan oleh Group Tombo Ati dan Hadroh Santri Dinul Islam dalam acara resepsi pernikahan di kampung Singkohor, di Kecamatan Singkohor, Kabupaten Aceh Singkil, pada Jumat (1/11/2019).

"Hadroh mulai diminati masyarakat. Sebab, kesenian Islami yang sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW tersebut menjadi alternatif untuk ditampilkan pada acara istimewa," kata Soimudin, Ketua Grup Kesenian Hadroh Tombo Ati asal Kecamatan Singkohor.

Sesuai tradisi lisan, katanya, kesenian hadroh bermula saat Nabi Muhammad SAW hijrah dari Makkah ke Madinah. Kebahagiaan umat yang menyambutnya diiringi dengan nyanyian orang-orang Anshor dengan nyanyian atau syair yang dikenal dengan Sholawat Thola'al Badru'alaina, dengan iringan Tabuhan Terbang.

"Hadroh secara umum diartikan sebagai irama yang dihasilkan oleh bunyi rebana. Selain itu, hadroh merupakan metode untuk membuka jalan masuk ke hati," tambah Ketua Grup Kesenian Hadroh Santri Dinul Islam, Desa Lae Pinang, Ustadz Musliadi.

Menurutnya, syair-syair bernuansa Islami ketika hadroh dimainkan, mengandung ungkapan pujian serta keteladanan sifat Allah serta Rasul-Nya. 

"Penghayatan atas seruan sifat Allah ditunjukkan dengan kesenian yang membuka kesadaran, untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada yang maha kuasa," ungkapnya.

Nuansa Islami dari kesenian hadroh, lanjut Ustadz Musliadi, membuat masyarakat yang memiliki acara istimewa memilih kesenian tersebut dibanding kesenian lain.

"Saat ini, beragam pilihan kesenian yang bisa ditampilkan saat hajatan namun warga Singkohor  Kecamatan Singkohor  sebagian ada yang memilih mengundang hadroh dari grup kesenian hadroh Tombo Ati dan Hadroh Santri Dinul Islam" terang Ustadz Musliadi, di sela memainkan kesenian Hadroh.

Kesenian tersebut dimainkan dengan lagu-lagu bernuansa Islami dengan lagu Salawat, lagu-lagu kontemporer yang bernuansa Islami yang banyak berkembang saat ini.

Salah satu tujuan utama kesenian hadroh, katanya, untuk mendekatkan diri kepada Sang Khalik, melalui lagu bernuansa Islami. Syair yang dilantunkan menjadi pengingat, bahwa manusia menjadi makhluk yang tergantung pada Sang Pencipta.

Antusiasme masyarakat akan kesenian hadroh, terlihat dengan diundangnya grup hadroh Tombo Ati dan Hadroh Santri Dinul Islam di acara pesta, di sekitar Singkohor. (Mahbub Husaini)
Komentar Anda

Terima kasih telah berkunjung ke PPWInews.com. Silahkan berkomentar dengan sopan. Terimakasih.

Berita Terkini