Ustadz Sampan Ceramah HUT Ke 74 RI di Aceh Singkil

REDAKSI author photo
Ustadz Sampan atau Ustaz Drs. H. M. Samin Pane, MA
PPWINEWS.COM, ACEH SINGKIL - Ustadz Sampan disambut antusias oleh ratusan jemaah Tausyiah dan Dzikir di Lapangan Mariam Sipoli, Desa Rimo, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh,Minggu (18/8/2019) malam.

Ustadz Sampan dihadirkan Panitia HUT ke 74 Kemerdekaan RI Kecamatan Gunung Meriah untuk mengisi kegiatan keagamaan dengan tema "Tausiyah dan Dzikir untuk Persatuan, Kesatuan Negeri, Pengobat Hati dan Penenang Jiwa" yang dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan untuk menyambut HUT ke 74 Kemerdekaan RI.

Hadir dalam Tausiyah dan Dzikir itu, Camat Gunung Meriah Drs. Johan Pahmi Sanif, Danramil 03 /Gunung Meriah Kapten Inf. Dahlius, Kapolsek Gunung Meriah diwakili oleh Aiptu Ngatidjo, Ketua PHBI Kecamatqn Gunung Meriah Tgk Tarmizi Al Khalil, S.Pdi, Tokoh Agama H. M. Rusdi Manik, Tokoh masyarakat serta Tokoh Pemuda.

Hadir pula para kepala Desa beserta perangkat dalam kecamatan Gunung Meriah seperti PJ Kepala Desa Rimo. Kemudian, Ibu - ibu Nahdatul Ulama (NU) Kecamatan Gunung Meriah, Ketua Panitia HUT ke 74 RI Kecamatan Gunung Meriah Bakhtiar Hasugian, S. Ag beserta anggota dan ratusan jamaah Tausyiah dan Dzikir.

Ketua Panitia HU RI ke 74 Kecamatan Gunung Meriah Bakhtiar Hasugian dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada pihak - pihak yang membantu serta mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.

"Kegiatan Tausiyah dan Dzikir ini termasuk dalam rangka kegiatan untuk memperingati Dirgahayu HUT Kemerdekaan RI ke 74 sekaligus bertujuan untuk memberikan pemahaman bahwasanya Kemerdekaan RI tidak bisa dipisahkan dengan perjuangan Umat Islam," ujarnya seraya menjelaskan bahwa Tausiyah dan Dzikir juga dilaksanakan sebagai salah satu bentuk menselaraskan arti kebangsaan dan keagamaan.

Sementara itu, Camat Gunung Meriah Drs. Johan Pahmi Sanif dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada pihak panitia penyelenggara kegiatan Dirgahayu HUT ke 74 tahun 2019 di Kecamatan Gunung Meriah. "Terimakasih juga kami sampaikan kepada pihak - pihak yang telah berpartisipasi langsung dalam menyelenggarakan kegiatan ini," sebut Johan.

Kegiatan Tausiyah dan Dzikir ini, lanjutnya, sebagai bentuk untuk menghargai dan meneruskan perjuangan Kemerdekaan RI yang ke 74 dalam menggabungkan nilai - nilai kebangsaan dan cinta tanah air dengan keagamaan.

"Dalam memperingati Dirgahayu HUT ke 74 RI ke 74 di Gunung Meriah untuk kali ini tidak hanya mengemas kegiatan dalam kategori atau nilai - nilai kebangsaan, namun juga menyelenggarakan kegiatan keagamaan yakni Tausiyah dan Dzikir," jelasnya.

Dalam tausyiahnya, Ustadz Sampan bernama lengkap Ustaz Drs. H. M. Samin Pane, MA itu menyampaikan diantaranya sebagai umat manusia harus menghindari dendam yang mana tidak ada manfaatnya bahkan bisa mengakibatkan mudharat dan mengakibatkan permusuhan/konflik berkepanjangan.

"Pada kesempatan ini, pertama sekali saya mengutip isi Pembukaan UUD 1945 Alinea ke 3 yakni atas berkat rahmat Allah SWT maka rakyat Indonesia menyatakan Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 yang mana bukan hanya terjadi begitu saja tapi dikarenakan perjuangan rakyat Indonesia disertai Sholat 17 rakaat dalam sehari dan 17 Ramadhan serta Doa," ujar Ustadz Sampan.

Kemudian, sebagai manusia seyogianya kita bersikap Pandai Merasa bukan malah menjadi Merasa Pintar, yang mana sikap merasa pintar itu hanya akan menjerumuskan kita ke dalam lubang, contohnya ada seorang umat yang baru mempelajari beberapa ayat Al-Quran, namun malah berani menentang ulama.

"Barang siapa yang benar - benar bertaqwa kepada Allah SWT maka Allah SWT akan menjaga dan memelihara hamba-Nya tersebut di dunia ini, dan barang siapa yang bersyukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT maka Allah SWT akan mencukupkan kebutuhan umat-Nya walaupun sekecil apapun," jelas Ustadz Kota Medan Sumatera Utara itu.s

Barang siapa yang bersyukur atas nikmat Allah SWT, lanjutnya, maka Allah SWT akan menambahkan berlipat - lipat nikmat kepada umat-Nya, dan barang siapa yang menyedekahkan atau menginfaqkan hartanya dijalan Allah maka Allah SWT akan menjanjikan surgaNya.

"Membaca Kitab Suci Al Quran, Puasa Sunah dan Dzikir serta Berkumpul dengan orang Sholeh adalah obat hati bagi umat Muslim didunia ini," tambahnya seraya berharap semoga Tausiyah dan Dzikir yang akan dilaksanakan bermanfaat serta diberikan hidayah oleh Allah SWT.

Pantauan, selesai acara tausyiah agama dilanjutkan dengan Dzikir yang dipimpin oleh Ketua PHBI Kecamatan Gunung Meriah, Tgk Tarmizi Al Khalil, S.Pdi dan H. M. Rusdi Manik. (JML/RED)
Komentar Anda

Terima kasih telah berkunjung ke PPWInews.com. Silahkan berkomentar dengan sopan. Terimakasih.

Berita Terkini