Institut Teknologi Bisnis Multimedia Telah Berdiri di Kota Bima

REDAKSI author photo
PPWInews.com/Taqwa
Gedung Institut Teknologi Bisnis Multimedia Bima, NTB.

Institut Teknologi Bisnis Multimedia Telah Berdiri di Kota Bima

PPWInews.com, BIMA - Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, kita bangsa Indonesia pada umumnya dan khusus nya warga Nusa Tenggara Barat (NTB) dan lebih khusus lagi warga Pulau Sumbawa, kita bersukur kepada Allah SWT bahwa di NTB telah berdiri sebuah Perguruan Tinggi terdaftar Institut Teknogi Bisnis Multimedia di Kota Bima, NTB. Hal ini dikatakan Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Dr.Syukri, M.Pd kepada PPWInews.com, Sabtu (27/7/2019).

Dosen senior itu menjelaskan sudah tepat para pendiri perguruan tinggi itu,dengan suara bulat memilih/menunjuk saudari Mardiah,S.Sos.M.Si sebagai Rektor Institut Teknologi Bisnis Multimedia Bima. "Saya mendukung apa yang telah diputuskan/pendiri bersama pemda," tegasnya.

Lanjutnya, dengan hadirnya sebuah perguruan tinggi yang berbasis Industri Teknologi Multimedia itu tentu sangat dibutuhkan oleh generasi milenial 4.0 yang berbasis Industri teknologi  Online.

Sekarang ini, kata Doktor yang dikenal jenius itu, pemasyarannya seluruh dunia. Usaha apapun walupun didirikan dipedesaan sekali pun, tidak ada masalah. Apalagi perguruan tinggi Institut Teknologi Bisnis Multimedia itu berada di Bima persis dijantung Kota Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tentu akan menjadi Perguruan Tinggi Primadona.

Alumni S3 Universitas Islam Negeri ( UIN ) Jakarta itu meyakini perguruan tinggi ini akan bisa merebut hati warga Indonesia khusus nya kaum milenial, sebab proses pembelajaran/perkuliahan saat ini dapat dilakukan didalam rumah sekali pun.

Contohnya kata Doktor yang berwajah ganteng itu, saat ini Ia sedang berkomunikasi dengan anda (Wartawan Red) didepan Leptop/ Internet sembari mengajar mahasiswa/mahasiswi saya yang saat ini juga sedang berada di tanah jawa, Makassar Sulawesi Selatan, Bima, Dompu, Sumbawa, Lombok dan diberbagai daerah  melalui kecaggihan teknologi digital jaringan internet.


PPWInews.com/Taqwa
Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Dr.Syukri, M.Pd

"Dengan adanya kemajuan dan kecanggihan teknologi  digital yang berbasis internet, harus kita manfaatkan dan jangan kita hanya mengandalkan cara lama seperti ceramah didepan Kelas, tetapi bisa menggunakan teori/sistim Al-Bayan," tegas Doktor yang dikenal fokal itu.

Yang menarik lanjut Alumni S2 Malang Jawa Timur itu "Perguruan Tinggi ini dipimpin seorang wanita cantik bernama Mardiah, S.Sos. M Si, adalah cucu Raja Gowa Sulawesi Selatan (Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan Red) sehingga erat kaitannya dengan keturunan Raja Bima.

Diakui oleh Dr.Syukri bahwa perguruan tinggi ini, memang usianya tergolong muda tetapi telah memiliki sejumlah fasilitas (keunggulan Red) diantaranya telah memiliki 3 gedung milik sendiri, semuanya lantai 2 dibangun diatas tanah seluas 3 hektar.

 Berdekatan langsung dengan komplek Pondok Pesantren (Pondpes) Darul Ulum Wal-Amal Yayasan Al-Maqbul, yang dipimpin seorang Ruma Guru (Tuan Guru Red) bernama TGH. Afandi Bin H.Ibrahim Al-Maqbul yang tidak lain adalah ayah kandung Mardiah.

Mardiah saat ini lanjut Dr Syukri, masih sebagai Dosen tetap UMMAT dan masih menjabat sebagai Wakil Dekan 1 Fisipol Universitas Muhammadiyah Mataran (UMMAT).

Doktor yang memiliki suara merdu membaca Alquran ini menuturkan Ponpes Darul Ulum Wal-Amal Yayan Al-Makbul yang merupakan Induk dari perguruan tinggi yang dipimpin Mardiah, kerap mendapatkan bantuan  dan dukungan yang luar biasa dari pemerintah.

"Contohnya ponpes ini telah lama memiliki sejumlah unit usaha antara lain dibidang pendidikan mulai dari Paud,TK/Diniyah, Madrasyah Aliyah,telah ribuan alumninya," ujar Doktor yang dikenal santun itu.

Perguruan tinggi ini, tambahnya, dipastikan tidak sulit mendapatkan mahasiswa/mahasiswi sebagai penunjang keberadaannya yang memang sangat diharap kaum milenial. 

"Mardiah itu sejak kecil trekrekornya bagus, cerdas, juara kelas, tegas, berwibawa dan santun, cocok menjadi Rektor karena berintegritas. Mardiah adalah dari Alumni Universitas Muhammadiyah Malang yaitu S1 (strata 1 Red) Program Studi/Jurusan Komunikasi (wartawan Red) dan Mardiah memang hobinya menulis dan S2 nya juga, Mardiah di Tanah Jawa," ujar Dosen UIN Mataram itu menambahkan.

Sebagian besar yang bekerja di Media Massa Nasional maupun lokal dan menjadi wartawan Profesional saat ini, adalah temannya Mardiah sehingga perguruan tinggi yang dinahodai putri tokoh berpengaruh di Kota Bima itu, dipastikan mendapat atensi dukungan yang luar biasa dari media massa. 

"Demikian pula keluarga besar Mardiah banyak yang menjabat dipemerintahan pusat maupun di daerah dan banyak pula menjadi politisi handal, sukses, sehingga perguruan tinggi itu mendapat respon  positif dari berbagai kalangan," tuturnya.

Tempo hari sebelum pemilihan Wakikota Bima lanjut Doktor yang murah senyum ini banyak tokoh Kota Bima dan ada juga beberapa politisi, termasuk yang tinggal di Jakarta, Makassar dan di Lombok, datang menemui Mardiah agar bersedia dicalonkan sebagai Walikota Bima tetapi sayang ditolak secara halus dan sopan oleh mardiah dengan alasan tidak mau melawan saudaranya (kakak misan/Kakak Sepupu Red) yang sekarang telah menjadi Walkota Bima.

Patut diberi atensi dan penghargaan yang tinggi tingginya kepada para tokoh pendiri Ponpes ini yang telah berhasil mendirikan sejumlah sekolah di Bima, dan telah berbuah manis melahirkan seorang putri bernama Mardiah yang akan melanjutkan perjuangan maha dahsat ini. "Ingat, suatu saat orang yang pernah menyakitimu akan bersujud kepadamu," tegas S3 UIN Jakarta itu.

Diharapkan kepada Mardiah lanjut Dosen senior yang hobi membaca Alquran ini jangan seperti kacang melupakan kulit, Mardiah dibesarkan oleh UMMAT, tidak boleh langsung pergi meninggalkan UMMAT, gara-gara telah mendapatkan tempat yang basah (makmur Red) tetapi permisi baik- baik kepada UMMAT karena Mardiah adalah Dosen tetap UMMAT. 

"Terutama kepada Rektor UMMAT Dr.H.Arsyad Gani,M.Pd, mohon ijin baik-baik karena Rektor UMMAT ini adalah tokoh Bima yang sangat berpengaruh. jangan sakiti hatinya, nanti kualat, kalau belum diberi ijin jangan dipaksa (jangan ditabrak (Red) tapi secara santun ikuti prosedur sesuai aturan di UMMAT, bila perlu Mardiah tetap saja mengabdi di UMMAT sebagai Dosen sembari sebagai Rektor di Institut Teknologi Bisnis Multimedia Bima dengan harapan para Dosen yang berkompoten di UMMAT dapat digunakan menjadi Dosen juga di Institut Teknolgi Bisnis Multimedia Bima," tegasnya.(Taqwa).

Komentar Anda

Terima kasih telah berkunjung ke PPWInews.com. Silahkan berkomentar dengan sopan. Terimakasih.

Berita Terkini