Begini Kronologis Pebunuhan Sopir Travel di Aceh Singkil

REDAKSI


PPWInews.com,ACEH SINGKIL - Aparat Kepolisia Resor Aceh Singkil melakukan rekonstruksi perampokan dan pembunuhan terhadap sopir travel sebulan yang lalu. Saat rekontruksi terungkap korban Sapriansyah (26) warga Desa Sianjo-anjo, Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil di bunuh dengan sadis pada tanggal 1 Juni 2019 oleh tersangka Hadi Nursafron (32), warga Desa Krueng Itam, Tadung Raya, Kabupaten Nagan Raya, Aceh.  

Dalam rekonstruksi itu, sebanyak 38 adegan yang diperagakan dari mulai Tersangka menelpon travel pertama ketika berada di Simpang Halte, Desa Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara. Namun, karena yang menjemput ada dua orang, Tersangka akhirnya membatalkan keberangkatannya ke Medan dengan dalih ada urusan mendadak ke Meulaboh. Kemudian,tersangka kembali ke halte.

Tidak berselang lama, tersangkapun kembali menelpon travel lain yang beroperasi diwilayah Kabupaten Aceh Singkil. Dalam adegan yang diperagakan tepat pada pukul 20:20 WIB/ Mobil kijang jenis LGX Krista warna hitam BL 1356 RZ yang di kemudikan Korban Sapriansyah tiba di halte tepi jalan lintas Singkil-Subulussalam, Desa Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara Aceh Singkil.


Selanjutnya, tersangka mendekati mobil korban guna memastikan tidak ada orang lain. Akhirnya, Tersangka pun naik dan duduk di belakang sopir dengan membawa tas yang berisi peralatan untuk menghabisi korban. Kemudian, Korban bersama tersangka kembali melanjutkan perjalanan untuk menjemput penumpang lainnya di Perumahan Karyawan Perkebunan Kelapa Sawit PT. Perkebunan Lembah Bhakti / Astra, Afdeling 5.

Naasnya, ditengah perjalanan sekitar 4 Kilo Meter dengan suasana hujan rintik-rintik, disinilah tersangka menjalankan aksinya dengan berpura-pura hendak membuang air kecil dan meminta Korban untuk menghentikan laju mobil. Seketika Korban menghentikan mobil, Tersangka langsung mengayunkan Kapak yang dipakai untuk memanen Sawit tepat mengenai rahang dan wajah korban sebelah kiri, sehingga korban kala itu langsung terkapar.

Melihat Korban masih bergerak, tersangka melihat korban masih bergerak kemudian tersangka kembali menebas pipi korban dan mengenai bagian mulut dengan bersimbah darah. Kemudian Tersangka langsung memindahkan Korban ke Bangku sebelah dan membuang Kapak dibawah Bangku Sopir. Bukan hanya itu, dikarenakan kondisi tubuh korban masih juga bergerak, Tersangka kembali mengikat leher dengan tali untuk menghabisi nyawa korban.

Selesai aksinya berhasil dan guna menghilangkan kecurigaan terhadap mobil yang akan dibawanya ke Kabupaten Nagan Raya, tersangka langsung menggati plat palsu dengan nopol BK 1969 JV yang sengaja di bawa Tersangka dari Kabupaten Nagan Raya atau tempat kediaman Tersangka. Saat itu, kondisi cuaca gerimis dan tidak satupun orang yang lalu lalang.


Setelah tersangka menganti nomor plat Palsu, tersangka dengan mengunakan mobil Korban langsung bergerak menuju ke Kabupaten Nagan Raya. Ditengah perjalanan, tersangka membuang jasad korban ke gorong-gorong di kawasan Desa Bulusema, Kecamatan Suro, Kabupaten Aceh Singkil, tepatnya di pinggir jalan lintas  Nasional Singkil-Subulussalam.

Selesai membuang jasad Korban, Tersangka dengan mengunakan Mobil yang dikemudikan Korban langsung melanjutkan perjalannya menuju Kampung halamannya di Kabupaten Nagan Raya. Sementara, Barang Bukti yang digunakan Tersangka pada saat menghabisi Korban dibuang ke Sungai  di wilayah Kabupaten Nagan Raya dan sebagian seperti Tas Baju dan lainnya dimusnahkan oleh Tersangka dengan cara dibakar.

Kapolres Aceh Singkil AKBP Andrianto Argamuda,S.I.K melalui Kasat Reskrim, AKP Fauuzi mengatakan apa yang diperagakan oleh Tersangka dalam rekonstruksi, masih sama dengan apa yang disampaikan dalam Press Relis sebelumnya. “Tersangka pembunuhan hanya satu yang sudah direncakan dari rumahnya di Kabupaten Nagan Raya, dan datang kemari untuk mencuri mobil dan menghabisi nyawa korban,” tegas Fauzi.

Dijelaskan Fauzi, ada 4 titik loksi Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang seharsnya diperagakan dalam Rekonstruksi pembunuhan korban. Namun, satu TKP atau lokasi Pembuangan Jasad Korban atau di Desa Bulusema tidak diadakan. Kendatipun demikian, adegan itu dipergakan oleh Tersangka dengan mengunakan lokasi berbeda ata tepatya di depan Mapolres Aceh Singkil. “Hal ini dilakukan dengan pertimbangan untuk menjaga situasi dari hal-al yang tidak diinginkan,” ujarya.


Sebelumnya lanjut Fauuzi, Tersangka pernah tinggal di Aceh Singkil selam 6 bulan. Tersagka juga bekerja sebagai buruh lepas disalah satu perusahan perkebunan Kelapa Sawit. Setelah itu tersangka pulang tepatnya sebelum bulan Ramdhan yang lalu.

Kemudia, pada saat bulan Ramadhan tersangka melakukan aksinya untuk mendapatkan mobil, tersangka mengincar mobil yang dikeudika oleh Sopir Travel dan menghabisinya. “Semua peralatan sudah disiapkan tersangka dari rumah, Tersagka juga tercatat sebagai warga Gampong Krueng Itam, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya,” jelas Kasat Reskrim.

Keluarga Korban Sepat Menanggis 


Jeritan dan tanggisan dari keluarga Korban tidak terbendung  ketika mereka menaksikan adegan demi adegan berlangsugnya rekonstruksi pebunuhan Sopir Travel yang digelar oleh Polres Aceh Singkil pada Selasa 18 Juni 2019. Dikarenkan, Syafriansyah atau Korban dibunuh secara sadis oleh tersangka Hadi Nurfaton dengan mengunakan sebuah Kapak di kawasan perkebunan kelapa sawit.

Sumpah serapah yang dilontarkan keluarga Korban dan masyarakat yang ikut menyaksikan dari awal hingga berakhirnya adegan rekonstruksi juga tidak dapat dibendung. Bahkan dari pihak keluarga berusaha untuk mendekati Tersangka yang ingin meluapkan kemarahan mereka.

Namun, hal itu berhasil di cegah oleh aparat kepolisian yang ikut melibatkan pengamanan dari Polisi Militer (PM) dan Kejaksaan Negeri Aceh Singkil. Dalam aksi itu, Polisi dan pihak terkait lainnya ikut serta mengawal ketat saat berlangsungnya 33 Adegan yang diperagakan oleh Tersangka. (Jml/Red)
Komentar Anda

Terima kasih telah berkunjung ke PPWInews.com. Silahkan berkomentar dengan sopan. Terimakasih.

Berita Terkini