-->

Rustam : CV Syamjaya Utama Koltim Telah Memiliki Legalitas

REDAKSI author photo
PPWINEWS.COM,KOLTIM --- CV. Syamjaya Utama Koltim adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan, telah memiliki legalitas maupun dokumen lengkap berupa surat Izin Pertambangan Rakyat (IPR) dimana IPR ini sebagai syarat utama dalam melaksanakan aktivitas pengambilan batu gunung.

"CV. Syamjaya Utama yang beraktifitas di Desa Lalowosula, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra), merupakan perusahaan yang taat aturan" kata Rustam selaku  pihak manajemen, CV. Syamjaya Utama Kolaka Timur saat ditemui di kediamannya,(18/5/2019).

Selain itu kata Rustam, kehadiran CV. Syamjaya Utama telah memberikan asas manfaat kepada masyarakat sekitar dalam hal peningkatan hasil pendapatannya.

Sementara itu, salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya, mengungkapkan, bahwa masih ada beberapa penambang batu di daerah Landongi Kolaka Timur, belum memiliki legalitas dalam melaksanakan penambangan batuan dan bahkan mereka telah menjual tanpa dokumen. 

Persoalan tersebut, membuat perusahaan CV. Syamjaya Utama yang resmi mengalami gangguan karena adanya beberapa pengolahan batu ilegal.

Hal itu terungkap, berdasarkan hasil Investigasi dan pantauan awak media di lapangan, terdapat beberapa penambang batu di Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur, belum memiliki legalitas dalam melaksanakan aktifitasnya.

Atas pengolahan batuan ilegal tersebut, mengakibatkan kerugian pada daerah. Kegiatan tambang yang tak berizin itu membuat daerah kehilangan penerimaan PAD.

Akibat dari kegiatan itu, daerah atau negara kehilangan penerimaan PAD di sektor pertambangan untuk komoditas batuan. Tidak hanya penerimaan yang hilang, kegiatan tambang tanpa izin ini juga berpengaruh terhadap kerusakan lingkungan.

Olehnya itu, diharapkan kepada instansi terkait, dalam hal ini Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan penegak hukum untuk melakukan penertiban, pengawasan dan penindakan ilegal mining (pertambangan ilegal) yang diduga banyak terjadi di daerah Kolaka Timur. (Hasan.B)

Komentar Anda

Terima kasih telah berkunjung ke PPWInews.com. Silahkan berkomentar dengan sopan. Terimakasih.

Berita Terkini