Miskonsepsi Nyangkruk di Era Milenial

PPWINEWS.COM , SURABAYA - Nyangkruk merupakan sebuah budaya yang bisa dibilang melekat pada bangsa Indonesia. Pada awalnya Nyangkruk mer...

PPWINEWS.COM, SURABAYA - Nyangkruk merupakan sebuah budaya yang bisa dibilang melekat pada bangsa Indonesia. Pada awalnya Nyangkruk merupakan sarana bertegur sapa, bertanya kabar dan bertukar cerita ketika bertemu. 

Nyangkruk bisa terjadi di mana saja, baik itu di bawah pohon maupun pos ronda. Namun orang-orang lebih sering nyangkruk di sebuah warung kopi. 

Orang datang ke warung kopi untuk bertemu satu sama lain, kemudian terjadilah sebuah interaksi sosial berupa pembicaraan ringan. Pembicaraan pun beragam, mulai dari hasil pertandingan sepak bola semalam, curhatan tentang kekasih, atau berita perselingkuhan yang baru saja terjadi. 

Tidak jarang pula pembicaraan tersebut berubah menjadi perdebatan, meskipun perdebatan yang dibahas adalah hal yang remeh temeh. Tentu pembahasan akan berbeda ketika mahasiswa yang sedang nyangkruk. 

Ketika mahasiswa nyangkruk pembahasan akan terasa lebih bernilai dan berbobot. Karena topik-topik yang dibicarakan mahasiswa sering kali membahas tentang sosial, ekonomi, kebijakan politik, dan lain sebagainya. 

Warung kopi telah menjadi media anak bangsa. Tempat dimana satu individu dengan indivu lain bertemu yang kemudian nyangkruk dan berinteraksi sesama mereka.

Belakangan ini, perkembangan teknologi telah memasuki seluruh sendi kehidupan masyarakat. Mulai dari hiburan, pendidikan, hingga perekonomian. Warung kopi pun tak luput dari perkembangan zaman. 

Hampir dari setiap warung kopi telah menyajikan Wi-Fi gratis dalam menu sajiannya. Seiring berjalannya waktu, budaya ngobrol ketika nyangkruk mulai beralih. 

Orang-orang lebih senang memainkan gawai mereka ketimbang ngobrol satu sama lain. Mereka lebih suka membuka sosial media dan bermain game daripada berbincang dengan orang yang duduk di sebelahnya. 

Topik pembicaraan yang dibahas lebih sering hanya berkaitan dengan game yang dimainkan. Padahal ketika nyangkruk bisa terjadi diskusi-diskusi panjang yang tentunya dapat menambah wawasan baru.

Dalam pergeseran budaya nyangkruk masyarakat perlu menyadari, bahwa terkadang gawai yang kita pegang dapat melenakan kita. Sebab sebagaimana yang telah disampaikan oleh Jean Baudrillard bahwa segala sesuatu yang menarik minat manusia ditayangkan oleh media secara ideal. 

Sehingga batas antara simulasi dan kenyataan menjadi tercampur aduk dan susah dibedakan. Teknologi telah menyamarkan jarak. Masyarakat tidak sadar akan pengaruh simulasi dan tanda. Hal ini membuat mereka ingin mencoba hal baru yang ditawarkan oleh situasi simulasi.

Banyak pengguna gawai yang telah merasakan asiknya keadaan simulasi yang tentunya tidak dapat kita lakukan di dunia nyata. Akibatnya mereka lupa akan dunia sekitar mereka. Mereka lupa bahwa ia datang ke warung kopi untuk nyangkruk, untuk bertemu dengan kawan, menanyai kabar mereka, dan saling bertukar cerita.

Salah satu hal yang perlu disoroti dalam pergeseran budaya nyangkruk ini sebagian besar justru karena pemuda-pemudi bangsa. Tentu mahasiswa termasuk di dalamnya. 

Ironis memang, ketika mahasiswa yang seharusnya menjadi agent of change malah menjadi agent of game. Dalam sejarah bangsa Indonesia, erat kaitannya gejolak dinamika bangsa yang terjadi dengan para mahasiswa. Sebab dalam jiwa mahasiswa masih tersimpan jiwa idealisme yang tinggi. 

Sehingga sering kali mahasiswa melakukan aksi meneriakkan tuntutan-tuntutan apa yang sekiranya ia anggap ideal. Tan Malaka, salah seorang bapak pendiri Republik Indonesia mengatakan "Idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki oleh pemuda". 

Dalam hal ini, Mahasiswa seharusnya menjadi penggerak perubahan bukan jangan hanya asik dengan gawai yang digenggamnya.

Teknologi memang telah berkembang pesat, dan dalam segala sesuatu pasti terdapat baik buruknya. Perlu adanya pemanfaatan teknologi ke arah yang lebih positif. Bukan berarti game adalah hal yang negatif, sebab ketika bermain game terdapat kemampuan bisa diasah. 

Tetapi jangan sampai ketika menggunakan handphone, kita lupa akan lingkungan sekitar kita. Sehingga kita lupa akan tanggung jawab moral kita sebagai mahasiswa.

Dalam pemanfaatan teknologi yang lebih baik, kita sebenarnya dapat mengakses berita dengan lebih mudah dan cepat. Berita-berita inilah yang kemudian seharusnya digunakan sebagai bahan obrolan para Mahasiswa ketika nyangkruk. 

Selain itu dengan menggunakan handphone kita juga dapat mengakses buku-buku dan jurnal-jurnal ilmiah. Sehingga kita dapat saling bertukar informasi dimana pun dan kapan pun. Seharusnya, ketika kita menggunakan teknologi, pembahasan tidak akan habis. 

Dialektika berpikir pun akan mengalir. Wawasan akan terbuka semakin lebar dan ketika menemui masalah kita dapat memanfaatkan hasil-hasil diskusi selama nyangkruk. Kedepannya, kita mampu menjadi seorang Problem Solver ketika bermasyarakat.

Perlu adanya sebuah gerakkan yang dilakukan secara bersama ketika kita ingin merubah sebuah budaya. Baik itu dari kalangan mahasiswa ataupun yang lain. Memang tidaklah mudah dalam melawan sebuah arus yang sangat deras. 

Oleh karena itu dibutuhkan kesadaran bersama para mahasiswa, bahwa pemuda Bangsa Indonesia perlahan-lahan mulai jumud dalam berpikir. Semoga para mahasiswa tetap menjadi Iron Stock bangsa, bukan malah Iron that follow the stream.

Oleh : M. T. Shabri (Mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Surabaya)

KOMENTAR

Nama

#YosepAdiPrasetyo #ImamWahyudi #NezarPatria #JimmySilalahi #RevaDediUtama #AhmadJauhar #RatnaKomala #HendryChairudinBangun #SinyoSarundajang #LeoBatubaraAlm Aceh Aceh Singkil Aceh Besar Aceh Selatan Aceh Singkil Aceh Singkil q Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Aceha Singkil Advertorial Agama Aksi Damai Ambepura Ambon Anak Yatim APM Artis Asian Games Babinsa Bacaleg Bali Balige Banda Aceh Bandar Lampung Bandung Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Banten Bantuan Banjir Bantuan Kebakaran Bantul Bawaslu Bawaslu RI Begal Bengkalis Biak Bireuen Bireun BNN Bogor BPK Brimob Caleg Ceko Cianjur Cirebon Daerah Dandim Deli Serdang Demo Depok Desa Dewan Pers DPD-RI DPR DPR-RI DPRK Aceh Singkil DPT DPTHP Dumai Eggi Sudjana Ekonomi Fachrul Razi GAMBATTE Garut Gaya Hidup Gempa Bumi Gerak Jalan Gubernur Aceh Gunungsitoli Hankam Headline HMI Hongkong Hukum HUT LintasAtjeh HUT Polantas HUT RI Hutan ibu Idul Adha Idul Fitri IKAL India Indonesia Indramayu Industri Infrastruktur Internasional IPJI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta- Jambi Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Jaya Pura Jayapura JBMI Jember Jepang Jurnalistik Kalimantan Barat Kalimantan Selatan Kapolri Karawang Karhutla Kasad Kebakaran Kediri Kedutaan Kejaksaan Agung Kementerian Perindustrian Kepala BNN Kesehatan Kesenian Ketawang Kini KIP Aceh Singkil KKSB Klarifikasi KOHATI Kompolnas Komsos Korea Selatan Korupsi KPK KPU Kuningan Kunjungan Kenegaraan Kupang KWRI Lamongan Lampung Lebak Lhokseumawe Lingga Lingkungan Lombok Lombok Timur Lowongan Kerja Madiun Magang Jepang Malang Malaysia Maluku Mamuju Medan Melaboh Menperin Menteri Keuangan Menteri Perindustrian Meurauke Minuman Keras Miras Mojokerto Mubes Nabire Narkoba Nasioanal Nasional Nduga NTB NTT Nusa Dua Nusa Tenggara Barat Olahraga Opini OTSUS Padang Pakar Palu Pandeglang Pangandaran Pangkal Pinang Panglima TNI Panwaslih Aceh Singkil Panwaslu Panwaslu Aceh Singkil Panwaslu Kecamatan Papua Parmakasian Partai Demokrat Pasaman Barat Pasuruan Pati Pekan Baru Pekanbaru Pelantikan Pelantikan Gubernur Pembalakan Liar Pemerintah Pemerintahan Pemilu Pemilu 2019 Penddidikan Pendidikan Pengadilan Penyakit Masyarakat Perhubungan Perikanan Perindo Peristiwa Perkebunan Pers Persit Pertahanan Pertanian Peternakan Piala Dunia Pidie Pilkada Pilpres PNA Politik Polres Aceh Utara Polri Polsek Rundeng Ponorogo Pontianak PPP PPWI Prabumulih Presiden Presiden Joko Widodo Prestasi PT PLB PT Semadam PT Socfindo PT.Astra Agro Lestari Tbk PT.PLB PT.Socfindo Puisi Purbalingga PWI PWRI Ragam Ramadhan Riau Roket Sanggau Sangihe SEKBER PERS INDONESIA Selandia Baru Semarang Seoul Serang Setpres RI Sidoarjo Sidorejo Silahturahmi Singapura Sinjai Solo Sosial SPRI Subulusalam Subulussalam Sukabumi Sulawesi Selatan Sulawesi Utara Sumatera Barat Sumatera Selatan Sumatera Utara Sumbawa Sumpah Pemuda Sumut Surabaya Surakarta Surat Terbuka Tanggerang Tanggerang Selatan Teknologi Timika Tiongkok TMMD TNI TNI AD TNI AL Toba Samosir Tsunami Unjuk Rasa Video Vietnam Wapres Wartawan Wilson Lalengke Yogyakarta
false
ltr
item
PPWI NEWS: Miskonsepsi Nyangkruk di Era Milenial
Miskonsepsi Nyangkruk di Era Milenial
https://4.bp.blogspot.com/-noXhLLuCxDM/XCxhQhzzTCI/AAAAAAAADK0/IUmdGDv4w6M9XlWy4Xi-iq4B4qjebO-vgCK4BGAYYCw/s640/IMG-20190102-WA0006-753064.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-noXhLLuCxDM/XCxhQhzzTCI/AAAAAAAADK0/IUmdGDv4w6M9XlWy4Xi-iq4B4qjebO-vgCK4BGAYYCw/s72-c/IMG-20190102-WA0006-753064.jpg
PPWI NEWS
http://www.ppwinews.com/2019/01/miskonsepsi-nyangkruk-di-era-milenial.html
http://www.ppwinews.com/
http://www.ppwinews.com/
http://www.ppwinews.com/2019/01/miskonsepsi-nyangkruk-di-era-milenial.html
true
1233144070918991378
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All DISARANKAN UNTUK DI BACA LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy