Kiat Menperin Kembalikan Manufaktur Jadi Sektor Mainstream Pembangunan

PPWINEWS.COM,JAKARTA - Pemerintah sedang fokus untuk memacu pengembangan industri manufaktur agar menjadi sektor yang berdaya saing glo...


PPWINEWS.COM,JAKARTA - Pemerintah sedang fokus untuk memacu pengembangan industri manufaktur agar menjadi sektor yang berdaya saing global dan andalan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Supaya mencapai sasaran tersebut, diperlukan langkah kolaborasi dan sinergi antara pemangku kepentingan mulai dari pihak pemerintah, pelaku usaha, akademisi hingga masyarakat.

“Kita baru kembali menjadikan industri manufaktur sebagai sektor mainstream dalam pembangunan nasional. Sehingga Kementerian Perindustrian tidak sendirian dalam upaya menjalankan pengembangan industri,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara High Level Policy Round Table on Manufacturing Sector Review di Jakarta, Kamis (5/12/2018).

Menperin menjelaskan, pemerintah telah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 sebagai strategi dan arah yang jelas untuk merevitalisasi industri manufaktur nasional agar semakin kompetitif di kancah internasional pada era digital. “Dengan implementasi industri 4.0, diyakini produksinya akan lebih efisien dan berkualitas,” tuturnya.

Lebih lanjut, Airlangga menyebutkan, langkah strategis yang perlu dilakukan guna mendongkrak daya saing industri manufaktur nasional, antara lain menjaga ketersediaan bahan baku baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Hal ini agar tidak mengganggu jalannya proses produksi.

Kemudian, dibutuhkan biaya energi yang lebih kompetitif, seperti listrik dan gas industri. “Pemerintah juga menciptakan iklim investasi kondusif melalui pemberian fasilitas insentif fiskal berupa tax holiday dan tax allowance,” imbuhnya.

Faktor penting lainnya adalah membangun sumber daya manusia (SDM) industri yang produktif. Dalam hal ini, Kemenperin sudah menjalankan program pendidikan dan pelatihan vokasi yang link and match antara SMK dengan industri serta di tingkat Politeknik. Ini menjadi salah satu proyek percontohan bagi peningkatan kompetensi SDM di Indonesia.

“Bapak Presiden telah mencanangkan, bahwa periode berikutnya fokus pada pengembangan SDM yang lebih masif. Kami juga melakukan kerja sama dengan Swiss dan Jerman untuk memperbaiki kurikulum. Selain itu, melaksakan pelatihan di top level yang diikuti 700 peserta untuk menjadi agen perubahan dalam menghadapi era revolusi industri 4.0,” paparnya.

Di samping itu, infrastruktur antar kawasan industri perlu diintergrasikan sehingga dapat mengurangi biaya transportasi logistik. “Bahkan, kami pun terus mendorong pendalaman struktur industri melalui peningkatan investasi, terutama untuk sektor yang berorientasi ekspor atau substitusi impor,” jelasnya. Upaya-upaya tersebut sudah masuk di dalam 10 program prioritas Making Indonesia 4.0.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyampaikan, pemerintah tengah berupaya merevitalisasi industri manufaktur di dalam negeri agar pertumbuhannya semakin tinggi. Sebab, industri manufaktur berperan penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

“Selama ini, industri manufaktur memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB. Kami telah menghitung potensial pertumbuhan ekonomi, dengan melihat kondisi terkini, skenarionya 5,4-5,7 persen rata-rata per tahun dan optimisnya bisa sampai 6 persen pada periode 2020-2024,” ungkapnya.

Tertinggi di Asean

Menperin mengemukakan, berdasarkan laporan World Bank tahun 2017, Indonesia mampu menempati peringkat tertinggi di Asean untuk kontribusi sektor manufaktur terhadap ekonomi dunia dengan porsi 20,5 persen.”Dari capaian tersebut, Indonesia menempati peringkat kelima dunia untuk negara-negara yang tergabung di G20,” ungkapnya.

Sedangkan, merujuk data United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), Indonesia menempati peringkat ke-4 dunia dari 15 negara yang kontribusi industri manufakturnya terhadap produk domestik bruto (PDB) di atas 10 persen. “Kita sering mendengar deindustrialisasi itu karena kontribusi manufaktur ke PDB harus di atas 30 persen. Kalau kita melihat data UNIDO dan World Bank, kontribusi sektor manufaktur di dunia tidak ada yang di atas 30 persen,” ungkapnya.

Data UNIDO menunjukkan, di negara industri, rata-rata sektor manufakturnya menyetor ke PDB hanya mencapai 17 persen. Sementara Indonesia mampu menyumbang hingga 22 persen, di bawah Korea Selatan (29%), China (27%), dan Jerman (23%). Namun, Indonesia melampaui perolehan Meksiko (19%) dan Jepang (19%). Sedangkan, negara-negara dengan kontribusi sektor industrinya di bawah rata-rata 17 persen, antara lain India, Italia, Spanyol, Amerika Srikat, Rusia, Brasil, Perancis, Kanada dan Inggris.

Di samping itu, melihat hasil survei Nikkei dan IHS Markit, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia selama periode Januari-November 2018 masih di atas level 50, yang menunjukkan manufaktur tetap ekspansif. Pada November 2018, PMI Manufaktur Indonesia menduduki peringkat ke-4 di tingkat Asean, melampaui capaian Thailand (49,8), Malaysia (48,2), dan Singapura (47,4).

Menperin pun menambahkan, aspirasi besar Making Indonesia 4.0 adalah menjadikan Indonesia masuk dalam 10 jajaran negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030. Sasaran lainnya, meningkatkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil hingga 1-2 persen serta menciptakan lapangan kerja baru bagi 10 juta orang sampai tahun 2030.

Adapun lima sektor manufaktur yang bakal menjadi pionir dalam penerapan industri 4.0 di Indonesia, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, serta elektronika. “Lima sektor itu yang tengah kita pacu. Sebab, mampu memberikan kontribusi sebesar 60 persen untuk PDB, menyumbang 65 persen terhadap total ekspor, dan 60 persen tenaga kerja industri ada di lima sektor tersebut,” papar Airlangga.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), pada triwulan III tahun 2018, industri pengolahan nonmigas tumbuh sebesar 5,01 persen atau naik dibanding perolehan di triwulan II-2018 yang mencapai 4,27 persen. Bahkan, industri pengolahan masih konsisten memberikan kontribusi terbesar dalam struktur PDB dengan porsi mencapai 19,66 persen pada triwulan ketiga tahun ini.

Sementara itu, kinerja sektor-sektor yang mampu melampaui pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2018, di antaranya industri karet, barang dari karet dan plastik tumbuh sebesar 12,34 persen, industri tekstil dan pakaian jadi 10,17 persen, industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki 8,83 persen, industri logam dasar 8,11 persen, serta industri makanan dan minuman 8,10 persen.(RED)

KOMENTAR

Nama

#YosepAdiPrasetyo #ImamWahyudi #NezarPatria #JimmySilalahi #RevaDediUtama #AhmadJauhar #RatnaKomala #HendryChairudinBangun #SinyoSarundajang #LeoBatubaraAlm Aceh Aceh Singkil Aceh Besar Aceh Selatan Aceh Singkil Aceh Singkil q Aceh Tamiang Aceh Timur Aceh Utara Aceha Singkil Advertorial Agama Aksi Damai Ambepura Ambon Anak Yatim APM Artis Asian Games Babinsa Bacaleg Bali Balige Banda Aceh Bandar Lampung Bandung Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Banten Bantuan Banjir Bantuan Kebakaran Bantul Bawaslu Bawaslu RI Begal Bengkalis Biak Bireuen Bireun BNN Bogor BPK Brimob Caleg Ceko Cianjur Cirebon Daerah Dandim Deli Serdang Demo Depok Desa Dewan Pers DPD-RI DPR DPR-RI DPRK Aceh Singkil DPT DPTHP Dumai Eggi Sudjana Ekonomi Fachrul Razi GAMBATTE Garut Gaya Hidup Gempa Bumi Gerak Jalan Gubernur Aceh Gunungsitoli Hankam Headline HMI Hongkong Hukum HUT LintasAtjeh HUT Polantas HUT RI Hutan ibu Idul Adha Idul Fitri IKAL India Indonesia Indramayu Industri Infrastruktur Internasional IPJI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta- Jambi Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Jaya Pura Jayapura JBMI Jember Jepang Jurnalistik Kalimantan Barat Kalimantan Selatan Kapolri Karawang Karhutla Kasad Kebakaran Kediri Kedutaan Kejaksaan Agung Kementerian Perindustrian Kepala BNN Kesehatan Kesenian Ketawang Kini KIP Aceh Singkil KKSB Klarifikasi KOHATI Kompolnas Komsos Korea Selatan Korupsi KPK KPU Kuningan Kunjungan Kenegaraan Kupang KWRI Lamongan Lampung Lebak Lhokseumawe Lingga Lingkungan Lombok Lombok Timur Lowongan Kerja Madiun Magang Jepang Malang Malaysia Maluku Mamuju Medan Melaboh Menperin Menteri Keuangan Meurauke Minuman Keras Miras Mojokerto Mubes Nabire Narkoba Nasioanal Nasional Nduga NTB NTT Nusa Dua Nusa Tenggara Barat Olahraga Opini OTSUS Padang Palu Pandeglang Pangandaran Pangkal Pinang Panglima TNI Panwaslih Aceh Singkil Panwaslu Panwaslu Aceh Singkil Panwaslu Kecamatan Papua Partai Demokrat Pasaman Barat Pasuruan Pati Pekan Baru Pekanbaru Pelantikan Pelantikan Gubernur Pembalakan Liar Pemerintah Pemerintahan Pemilu Pemilu 2019 Penddidikan Pendidikan Pengadilan Penyakit Masyarakat Perhubungan Perikanan Perindo Peristiwa Perkebunan Pers Persit Pertahanan Pertanian Peternakan Piala Dunia Pidie Pilkada Pilpres PNA Politik Polres Aceh Utara Polri Polsek Rundeng Ponorogo Pontianak PPP PPWI Prabumulih Presiden Presiden Joko Widodo Prestasi PT PLB PT Semadam PT Socfindo PT.Astra Agro Lestari Tbk PT.PLB PT.Socfindo Puisi Purbalingga PWI PWRI Ragam Ramadhan Riau Roket Sanggau Sangihe SEKBER PERS INDONESIA Selandia Baru Semarang Seoul Serang Setpres RI Sidoarjo Sidorejo Silahturahmi Singapura Solo Sosial SPRI Subulusalam Subulussalam Sukabumi Sulawesi Selatan Sulawesi Utara Sumatera Barat Sumatera Selatan Sumatera Utara Sumbawa Sumpah Pemuda Sumut Surabaya Surakarta Surat Terbuka Tanggerang Tanggerang Selatan Teknologi Timika Tiongkok TMMD TNI TNI AD TNI AL Toba Samosir Unjuk Rasa Video Vietnam Wapres Wartawan Wilson Lalengke Yogyakarta
false
ltr
item
PPWI NEWS: Kiat Menperin Kembalikan Manufaktur Jadi Sektor Mainstream Pembangunan
Kiat Menperin Kembalikan Manufaktur Jadi Sektor Mainstream Pembangunan
https://2.bp.blogspot.com/-HDstcHGy4JI/XAqFNC-mgcI/AAAAAAAAYzc/MOO3SLFQv3MVgAzpmt2-W1u8PCZYq0oEACLcBGAs/s640/menperin.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-HDstcHGy4JI/XAqFNC-mgcI/AAAAAAAAYzc/MOO3SLFQv3MVgAzpmt2-W1u8PCZYq0oEACLcBGAs/s72-c/menperin.jpg
PPWI NEWS
http://www.ppwinews.com/2018/12/kiat-menperin-kembalikan-manufaktur.html
http://www.ppwinews.com/
http://www.ppwinews.com/
http://www.ppwinews.com/2018/12/kiat-menperin-kembalikan-manufaktur.html
true
1233144070918991378
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All DISARANKAN UNTUK DI BACA LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy