Kadin Tangsel Paradigma Baru Jalin Kerjasama Dengan Pengusaha Asal Libya

REDAKSI author photo

PPWI,TANGERANG SELATAN - Pengurus Kadin Paradigma Baru (PB) Tangerang Selatan (Tangsel), dinilai selalu yang terdepan. Hal itu terbukti dengan kedatangan rekanan bisnis dari negara Libya. Bukan hanya itu, dihari yang sama  pihak rekanan Bisnis asal Negara Libya juga ikut melakukan penandatanganan  proyek miliaran rupiah di Bali, Selasa, (30/10/18).

Menurut Mizz Parhadiba, kedatangan Mr. Mohamed Elhaddar pimpinan Al Zuhd Alalamia Group dari negara Afrika Libya, merupakan respon yang sangat baik dan positif dari hasil pertemuan awal diajang pameran Trade Expo Indonesia 2018.

"Mr. Elhaddar sangat berminat dan respek terhadap produk minyak wangi yang kami tawarkan saat pertemuan awal di even pameran TEI 2018," kata Mizz Parhadiba kepada wartawan, Selasa (30/10/2018).



Makanya, Mr. Mohamed Elhaddar selaku pimpinan Al Zuhd Alalamia Group dari negara Afrika Libya, langsung menindaklanjuti hasil pembicaraan awal tersebut. Dengan terbang kembali ke Indonesia, khususnya Tangerang Selatan guna mematangkan rencana pembelian minyak wangi dalam beberapa kontainer tahun ini.

Pada kesempatan tersebut, Mizz Parhadiba juga menginformasikan bahwa, Kadin Tangsel Paradigma Baru pada Selasa (30/10/18), akan menandatangani kontrak proyek dengan salah satu BUMN senilai Rp2,4 milyar yang akan dikerjakan oleh PT . Wahana Epoxy Indonesia di bawah pengawasan, Aeng Roi, Jumhana dan Boby.

"Kontrak proyek ini berada di Bali dan berupa Polyster dan pengecatan. Dan ini adalah beberapa bukti nyata dari komitmen kami Kadin Tangsel Paradigma Baru, untuk menggali bisnis non APBD di Tangsel," tandasnya.


Sementara itu, Hendry Suhardja wakil ketua perdagangan, industri dan investasi Kadin Tangsel Paradigma Baru, menambahkan, dari hasil pertemuan dan pembicaraan dengan Mr. Mohamed Elhaddar pimpinan Al Zuhd Alalamia Group, disepakati beberapa hal terkait rencana pembelian produk pengusaha Tangsel berupa minyak wangi.

"Mr. Mohamed Elhaddar meminta kepada Kadin Tangsel Paradigma Baru (PB) Tangsel, menjadi penengah sekaligus legal antara pengusaha Libya dengan para pengusaha Tangerang Selatan. Untuk menjamin dan komitmen dari pengusaha Tangsel hanya akan menjual produk barang yang akan diekspornya ke Libya hanya melalui satu pintu saja," ungkapnya.

Hendry Suhardja menambahkan, dalam pembicaraan dengan Mr. Mohamed Elhaddar tersebut, pihak Kadin Tangsel PB juga menawarkan beberapa produk komoditas para pengusaha dan UMKM Tangsel lainnya untuk dipelajari dan kemungkinan juga dibeli untuk dipasarkan di Libya. 

Salah satunya Mr. Mohamed Elhaddar diberi kesempatan untuk mencicipi minuman teh hijau cap Munjul hasil produksi UMKM Tangsel.

Mr. Elhaddar dalam kesempatan pertemuan dengan Kadin Tangsel PB, juga meminta jaminan kualitas mutu barang atau produk yang akan mereka pesan. "Pengusaha Libya menyatakan, meski populasi penduduk hanya lima juta orang, akan tetapi tetap menginginkan produk yang dibeli memiliki kualitas yang baik," pungkasnya. (Red)
Komentar Anda

Terima kasih telah berkunjung ke PPWInews.com. Silahkan berkomentar dengan sopan. Terimakasih.

Berita Terkini