Kapendam XVII/Cend : Warga Waan Kabupaten Merauke Makan Kulit Kayu Akibat Kelaparan Adalah Hoax

REDAKSI

PPWI, PAPUA - Sebagaimana berita www.kabarpapua.co yang menginformasikan bahwa 5000 orang di Distrik Waan Kabupaten Merauke memakan kulit kayu karena kelaparan adalah informasi yang tidak mendasar dan tidak sepenuhnya benar.

Apalagi, jarak dari Merauke ke Distrik Waan sekitar 250 km, satu satunya akses harus menggunakan dengan Kapal laut, tidak ada jalur darat, Perjalanan sped boat juga memakan waktu 8-10 jam, itupun apabila cuaca baik.

Benar telah terjadi banjir rob di Distrik Waan Kabupaten Merauke pada tanggal 31 Januari 2018 lalu, tepat pada saat terjadi fenomena super moon, blue moon dan gerhana bulan total sehingga air laut pasang yg mengakibatkan 11 Kampung di Distrik Waan Kabupaten Merauke terendam air laut hingga ke dalam perkampungan dan kebun warga sehingga merusak sebagian tanaman warga akibat terendam air asin.

Demikian dilaporkan oleh Serda Ismail Dabamona NRP. 310076640780, jabatan Babinsa Kp. Dafnawanga Distrik Waan Kabupaten Merauke yang dikuatkan dengan keterangan dari Kadistrik Waan Benediktus Riyadi S.Stp.

Banjir ini berlangsung selama beberapa jam melanda 11 kampung di Distrik Waan antara lain Kp. Waan, Kp. Konorau, Kp. Toor, Kp. Kaladar, Kp. Sabon, Kp. Daftanawanga, Kp. Wantarma, Kp. Sibenda, Kp. Wetau, Kp. Pembridan Kp. Kawe dengan total Jumlah penduduk data terakhir pada tahun  2017 adalah 4.500  jiwa.

Kadistrik Waan Wenediktus Riyadi S. Stp melaporkan, Banjir ini sebenarnya adalah bencana tahunan artinya setiap tahun awal Pebruari hingga Maret terjadi, namun tahun ini karena adanya fenomena gerhana bulan dan super moon akhir Januari lalu sehingga gelombang pasang air laut lebih tinggi.

Pada tanggal 08 Febuari 2018 Pemda Kabupaten Merauke melalui BPBD Kabupaten Merauke langsung memberikan bantuan dengan menggunakan Km. Alfa Ryzki mengirim bantuan kemanusiaan berupa: 5 Ton Beras,  Air mineral, laukpauk, selimut, pakaian layak pakai, tikar, gula, kopi, teh dan minyak goreng. Pendistribusian tersebut dilaksanakan oleh Anggota Koramil 1707-09/Kimaam, Polsek Kimaam dibantu aparat Distrik.

Pada tanggal 02 Maret 2018 Di Distrik Waan Kab. Merauke telah tiba bantuan dari Pemda kabupaten Meroke dengan menggunakan Km. Alfa Ryzki dan dikawal oleh anggota Koramil 1707-09/Kimaan sebanyak 18 Ton beras, air mineral, pakaian layak pakai dan lauk-pauk  sebanyak 2 Ton dan akan d distribusikan kepada masyarakat Waan.

Adapun Informasi tentang warga mengkonsumsi kulit kayu karena tidak adanya bahan makananan pokok seperti beras, umbi umbian tidak ada karena Banjir rob yg melanda daerah pesisir pantai Distrik Waan sejumlah 5000 orang memakan kulit kayu adalah tidak benar. Wenediktus menjelaskan.

Kulit kayu yang biasa di konsumsi penduduk asli suku Kimaam di 11 kampung Distrik Waan adalah kulit kayu Getana yang dimakan sebagai pengganti pinang kalau pendistribusian pinang kering/gebe lambat dikarenakan cuaca buruk karena harus dikirim dengan menggunakan Kapal kayu dari Kabupaten Merauke.

Sampai saat ini tidak ada warga masyrakat di 11 kampung di Distrik Waan yang kekurangan bahan makanan karena mereka baru saja panen raya umbi petatas, meskipun sebelumnya terendam air asin dan mengakibatkan daun tanaman layu namun umbinya masih bisa dipanen dengan baik. Sedangkan sumber pendapatan mereka selain berkebun adalah  hasil laut dan berburu.

Sementara itu Danrem 174/ATW Brigjen TNI Asep Setia Gunawan telah memerintahkan Dandim 1707/Meroke Letkol Inf Heri Kristiadi agar mengerahkan jajarannya membantu Pemda melaksanakan pendataan, pendampingan dan pendistribusian bantuan kepada warga yang membutuhkan. [Jml/Red]

Sumber : Kapendam XVII/Cend
Kolonel Inf Muhammad Aidi

Komentar Anda

Terima kasih telah berkunjung ke PPWInews.com. Silahkan berkomentar dengan sopan. Terimakasih.

Berita Terkini